Pages

Tampilkan postingan dengan label EPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EPS. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

Steer By Wire, Lebih Nyaman atau Bagai Robot?


Setelah throttle by wire dan drive by wire yang selama ini lebih dikenal, Nissan mengembangkan teknologi terbaru yang dijuluki steer by wire pada bulan Oktober lalu.

Kali ini, sudut dan gerak setir tak lagi mengandalkan batang mekanis ke rack setir, tapi sudah menggunakan motor listrik. Sistemnya, tentu terintegrasi dengan EPS (Electronic Power Steering) yang telah lebih dulu muncul.

Rencananya, teknologi ini akan terpasang pada varian Infiniti terbaru, mulai 2013 mendatang. "Kita ingin agar pengemudi benar-benar merasakan gerakan setir sebagai perpanjangan tangan," by Nissan Driving Control Development Program.

Prosesnya, tentu gerak setir akan lebih presisi yang hasilnya membuat handling mobil lebih akurat. Belum lagi, getaran akibat kondisi jalan rusak yang biasanya terasa di setir, akan jauh berkurang.

Selasa, 12 Agustus 2014

EPS (Electronic Power Steering)

Sejarah EPS

EPS (Electric Power Steering) di Indonesia bermula ketika Mazda Vantrend memakai perangkat ini di tahun 1990-an. Setelah itu, giliran Suzuki Karimun hingga sekarang ini terlalu banyak mobil yang pakai. Saat itu, Vantrend masih memakai EPS yang diletakkan pada steering rack.


Selain itu, ada model semi elektrik yang memakai kombinasi elektrik dengan hidrolis. Jadi, motor elektrik hanya digerakkan untuk mendorong pompa oli yang akan memutar rack setir. Contoh pada Chevrolet Zafira ataupun Mercedes Benz A-Class. Hasilnya, masih butuh perawatan dan penggantian oli untuk jangka panjang.

Belakangan ini, model full elektrik yang dipercaya untuk memutar rack. Jadi, tak akan ada lagi belt yang memutar pompa. Gerakan pompa digantikan oleh motor elektrik.


Hanya saja, ada sedikit perbedaan posisi motor elektrik. Misalkan di Toyota Yaris dan New Avanza yang motor elektrik semua ada di batang setir, sedangkan Honda New Jazz dan Suzuki Swift menempel pada rack setir. Tapi prinsip keduanya sudah tak lagi mengandalkan pompa hidrolis. sumber

Sedikit flashback, power steering (PS) hidrolis punya banyak penemu awal. Mulai dari Robert Twyford di 1900 yang mematenkan pertama kali, lalu disempurnakan oleh Francis Davis di tahun 1926 dan Charles Hammond di era 1958. Hingga akhirnya Chrysler yang pertama kali memakai pada kendaraan komersial di varian Imperial.

Prinsip kerja PS hidrolis menggunakan putaran mesin untuk memutar pompa power steering dengan menggunakan belt, sehingga oli yang berada dalam sistem menjadi bertekanan tinggi dan sanggup membantu memutar rack kemudi.  PS hidrolis butuh slang tekanan tinggi untuk menyalurkan oli dari pompa menuju rack.

Rabu, 09 Oktober 2013

Menjaga "Electric Power Steering" Awet!



Umumnya, mobil-mobil keluaran terbaru, menggunakan power steering yang digerakkan oleh motor listrik (EPS: Electric Power Steering). Untuk mengetahui mobil yang menggunakan EPS sangat mudah. Buka kap mesin, lihat apakah ada pompa dan selang power steering di dekat dinding antara kabin dan ruang mesin (firewall) atau tidak? Jika tidak ada, dipastikan mobil tersebut sudah menggunakan EPS.


Teknologi tersebut bisa dikatakan minim perawatan karena semua sudah diatur oleh modul. "Power steering listrik umumnya rusak karena penggunanya kurang apik dan cenderung sembrono,"

Dibeberkan, masalah yang biasa terjadi, muncul suara "tek-tek" saat melewati jalan rusak atau berlubang. Selain itu,getaran setir sangat lebih keras.

Berikut faktor yang menyebabkan EPS rusak.

1. Menerjang jalan rusak. EPS akan mudah mengalami kerusakan jika kerap melewati jalan rusak atau berlubang. Makin parah lagi jika pengemudi melintas pada kecepatan tinggi. Getaran dan hentakan keras yang diterima rack steer bisa merusak poros rack steer (as).