Pages

Tampilkan postingan dengan label info otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info otomotif. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

Steer By Wire, Lebih Nyaman atau Bagai Robot?


Setelah throttle by wire dan drive by wire yang selama ini lebih dikenal, Nissan mengembangkan teknologi terbaru yang dijuluki steer by wire pada bulan Oktober lalu.

Kali ini, sudut dan gerak setir tak lagi mengandalkan batang mekanis ke rack setir, tapi sudah menggunakan motor listrik. Sistemnya, tentu terintegrasi dengan EPS (Electronic Power Steering) yang telah lebih dulu muncul.

Rencananya, teknologi ini akan terpasang pada varian Infiniti terbaru, mulai 2013 mendatang. "Kita ingin agar pengemudi benar-benar merasakan gerakan setir sebagai perpanjangan tangan," by Nissan Driving Control Development Program.

Prosesnya, tentu gerak setir akan lebih presisi yang hasilnya membuat handling mobil lebih akurat. Belum lagi, getaran akibat kondisi jalan rusak yang biasanya terasa di setir, akan jauh berkurang.

Selasa, 01 April 2014

Sport Car Listrik Kedua Dahlan Iskan


Siapa tak kenal dengan Dahlan Iskan, menteri BUMN yang punya cita-cita tinggi dengan mobil listrik. Setelah Tucuxi, sang menteri yang mendapatkan News Maker of The Year saat OTOMOTIF Award 2013, kembali dengan terobosannya bersama 5 Putera Petir melahirkan mobil listrik Selo.

"Nama ini diambil dari cerita zaman dahulu yaitu Ki Ageng Selo. Dia adalah salah satu tokoh yang memiliki kemampuan untuk menangkap petir. Dari situ kita berikan nama sedan sport ini Selo".


Desain panel yang estetik. Paduan dua buah monitor yang menampilkan seluruh sistem pada Selo

Begitu membuka pintu dengan sistem gullwing, nuansa interior khas mobil sport pun tersaji. Jok dibalut bahan semikulit berwarna hitam dan kuning, ditambah LCD monitor yang pada bagian panel dasbor. Spidometer digital yang mencirikan kendaraan modern tersemat di balik kemudi.


Semakin dimanjakan berkat spidometer digital yang kental dengan style modern

Jangan Panik Ketika Lampu Check Engine Menyala


Mungkin pernah mengalami saat berkendara mendadak lampu indikatorcheck engine atau MIL (Malfunction Indicator Light) menyala. Usah panik! Pada beberapa kendaraan, hal ini sudah diantisipasi dengan mengalihkan mapping ECU ke safe mode.

"Biasanya kendaraan Eropa dan Amerika seperti itu. Ketika MIL menyala, langsung kendaraan tidak bisa dikebut,"

Paling penting rasakan perbedaannya ketika MIL menyala. Misalnya, ada gejala atau terus-terusan brebet, atau mesin pincang. Sebaiknya jangan dipaksa, segera panggil derek atau towing. Kalau memang masih dapat dijalankan dengan kondisi normal, ya tak masalah dijalankan. Karena kemungkinan bukan sensor yang vital

1). MIL tidak selalu menginformasikan kerusakan fatal pada mesin atau sistem elektronik lainnya. Bisa saja karena soket kendor, kemasukan air, kabel terputus, sensor rusak atau bahkan ECU mengalami sedikit kerusakan. Namun bisa juga disebabkan oleh parts lain tidak terpasang dengan benar. Seperti tutup bahan bakar dan boks saringan udara tidak tertutup rapat.

Senin, 31 Maret 2014

Hati-hati Menggunakan Ban Cadangan Kecil!

Tidak semua produsen menyertakan pelek dan ban cadangan berukuran sama dengan yang dipasang di mobil. Kini banyak yang menggunakan jenis sementara (temporary tire/half size spare tire). Cirinya, ukuran pelek dan ban lebih kecil dari standarnya. baik lebar telapak dan juga tebal. Untuk pelek dan ban jenis ini, harus diperlakukan khusus demi keamanan.

Batasan
"Sebenarnya bahan ban cadangan ini tidak berbeda jauh dari standar, namun tetap di bawahnya. Pasalnya, bersifat sementara, bisa menghantarkan pemilik mobil ke bengkel atau tempat tambal ban terdekat. Bearti bukan untuk jarak jauh dan melaju kencang".

Untuk kecepatan, dibatasi hingga 60 kp. Sedangkan jarak tempuh, maksimal 50 km. Pembatasan dilakukan karena ukurannya yang lebih kecil yang juga mempengaruhi kemampuan menahan beban dan bermanuver.

Kendati demikian, bukan berarti usia ban tersebut hanya 50 km. Ban tersebut bisa dipakai berkali-kali hingga ketebalan tapak mencapai 50 persen atau sampai batas maksimum seperti tertera di dinding ban.

Kamis, 06 Maret 2014

Canggih, Sekarang Parkir Mobil Cukup Pakai Ponsel

Mencari tempat parkir adalah salah satu kegiatan berkendara yang bagi sebagian orang dianggap merepotkan. Namun dengan perkembangan teknologi, sistem parkir kelak semakin canggih dan mudah.

Canggih, Sekarang Parkir Mobil Cukup Pakai Ponsel

Supplier asal Jerman, Robert Bosch GmbH telah mengembangkan sistem self-parking untuk mobil yang dapat diaktifkan dari jarak jauh oleh pengemudinya melalui ponsel. Sistem self-parking ini mengandalkan sensor ultra-sonic dan kamera video untuk bisa memarkir mobil.

Dan menurut rencana sistem ini akan masuk produksi tahun ini juga. Demikian dikatakan Tim Frasier, Regional President of Bosch Automotive Electronics North America sebagaimana dilansir Automotive News.

Frasier tidak menyebutkan siapa saja pembuat mobil yang akan memperkenalkan fitur self-parking ini nantinya, namun ia mengklaim sistem parkir ini merupakan inovasi berikutnya untuk pengembangan kendaraan tanpa supir.

Selasa, 10 Desember 2013

GM Gunakan "Charger" Ponsel Tanpa Kabel



General Motors akan melengkapi beberapa modelnya dengan sistem pengisian baterai nirkabel untuk ponsel pintar mulai tahun depan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ran Poliakine, Chief Executive Officer Powermat Technologies Limited, yang menjadi mitra untuk mewujudkan teknologi itu dalam waktu dekat.

Dengan sistem pengisi "matras" ini, pengguna mobil tidak perlu lagi mencolok kabel ke pemantik api atau slot USB pada head unit. Namun cara ini hanya bisa dilakukan pada ponsel tertentu atau menambah dengan alat lain yang mendukung layanan ini.

Konsep ini sebenarnya sudah dikenalkan Grup Chrysler pada Dodge Dart lansiran 2013 dan ldisiapkan untuk Jeep Cheroke 2014. Toyota juga sudah menggunakannya pada Avalon 2013 sebagai opsional.

Senin, 03 Juni 2013

Saringan bahan bakar dan pemisah air (water separator) pada motor diesel

Apabila anda sebagai pengguna kendaraan bermotor diesel, ada baiknya untuk segera memeriksa kondisi saringan bahan bakar dan sistem pemisah air. Terutama apabila telah mencapai interval pemakaian setiap 15.000 km. Iklim tropis yang berlaku di Indonesia dengan tingkat kelembaban dan curah hujan yang tinggi akan menyebabkan bahan bakar solar mudah terkontaminasi oleh uap air.

Tangki timbun milik depot-depot Pertamina, tangki pendam yang ada di setiap SPBU, atau bahkan pada tangki bahan bakar kendaraan kita sekalipun memiliki kemungkinan terjadinya kondensasi uap air. Akibatnya bahan bakar solar yang digunakan untuk pembakaran menjadi bercampur air atau lumpur (sludge). Efeknya dapat kita perhatikan secara langsung seperti: Gas buang berwarna hitam pekat (kadar soot tinggi), suara motor diesel menjadi lebih berisik (knoking), tenaga berkurang, atau bahkan dapat menyumbat penyemprot (injector nozzle) dan sistem pompa bahan bakar tekanan tinggi (pompa injeksi/bosch pump)

Saringan bahan bakar terbuat dari kertas penyaring hydrophobic, yang dipasang sedemikian rupa semacam pola helix di dalam cartridge. Dengan tujuan untuk memperoleh luas penyaringan maksimum, sehingga interval penggantian dapat menjadi lebih lama. Tingkat penyaringan setiap jenis saringan bahan bakar berbeda-beda yang ditentukan oleh porositas (diameter lubang), berat dan jenis serat yang digunakan. Sebagai contoh untuk motor diesel yang menggunakan pompa tekanan tinggi distribusi (contoh: motor penggerak isuzu panther, toyota kijang diesel) ukuran porositas kertas penyaring 4s/d 5 m m, sedangkan untuk pompa tekanan tinggi jenis lainnya memiliki ukuran porositas yang berkisar antara 8 s/d 10 m m.

Untuk mengganti saringan bahan bakar lakukanlah sesuai langkah berikut :
- Siapkan peralatan yang diperlukan, seperti: alat pembuka saringan, kain lap kering dan bersih, obeng, kunci - ring untuk membuka baut pembuangan udara.
- Bukalah saringan bahan bakar
- Bersihkan permukaan dudukan saringan yang bersentuhan dengan “O” seal
- Olesi “O” seal pada saringan baru dengan solar.
- Pasang saringan baru, kencangkan dengan putaran tangan
- Kencangkan saringan 1/3 sampai 2/3 putaran dengan menggunakan alat pembuka saringan
- Kendorkan baut pembuangan udara yang biasanya terletak pada pompa bahan bakar tekanan tinggi
- Pompalah pompa manual hingga bahan bakar keluar dari baut pembuangan udara
- Kencangakan kembali baut pembuangan udara
- Pompalah lagi pompa manual untuk memeriksa kebocoran
- Hidupkan motor dan periksa kebocoran bahan bakar yang mungkin terjadi

Rabu, 24 April 2013

MODERN ENGINE TECHNOLOGY

Pembaruan Konstruksi Mesin
Tujuan utama pembaruan mesin untuk mendapatkan efisiensi thermis yang lebih baik sehingga pembakaran di dalam ruang bakar mesin makin mendekati sempurna.

Tuntutan-tuntutan yang hendak dicapai melalui pembaruan, sebagai berikut:
1. Tenaga lebih maksimal;
2. Pemakaian bahan bakar lebih hemat;
3. pengendalian lebih mudah;
4. Jangka waktu perawatan lebih lama;
5. Gas buang yang dihasilkan lebih rendah.

Efisiensi thermis pembakaran pada mesin sangat bergantung pada kriteria berikut ini:
1. Perbandingan campuran udara dan bahan bakar;
2. Proses pembakaran;
3. Konstruksi mesin.

Konstruksi mesin mempengaruhi kerja pembakaran dan otomatis mempengaruhi gas buang. Oleh karena itu, konstruksi mesin dirancang sedemikian rupa agar memenuhi tingkat kinerja optimal dan juga mempertimbangkan hasil emisi. Perubahan konstruksi mempengaruhi efisiensi thermis pembakaran, sekaligus meningkatkan kualitas gas buang.

Perbandingan Kompresi (Compression Ratio)
Perbandingan kompresi menentukan efisiensi thermis mesin. Dalam batas-batas tertentu, perbandingan tekanan kompresi yang tinggi meningkatkan kinerja pembakaran mesin sehingga secara otomatis pemakaian bahan bakar lebih hemat dan emisi gas buang menjadi lebih rendah. Namun, tekanan kompresi tinggi cenderung mengakibatkan masalah ngelitik-knocking dan menghasilkan emisi tinggi, yang disebabkan oleh kenaikan suhu dalam ruang bakar. Hal ini menyebabkan reaksi pembakaran lebih awal sehingga campuran bahan bakar dan udara terbakar dengan sendirinya sebelum busi mengeluarkan percikan api. Kecenderungan itu bisa diatasi dengan penggunaan bahan bakar yang mempunyai bilangan oktan tinggi dan bentuk ruang bakar yang lebih baik.

Jika tekanan kompresi tinggi, suhu pembakaran dan ruang bakar menjadi lebih tinggi. Akibatnya, pembakaran menghasilkan emisi NOx yang tinggi. Mesin bensin modern mempunyai perbandingan kompresi antara 1:9 hingga 1:11. Dengan perbandingan kompresi 1:9, pemakaian bensin premium (oktan rendah) masih dimungkinkan. Namun, jika perbandingan kompresi sudah melebihi angka tersebut, penggunakan bensin dengan bilangan oktan tinggi menjadi satu keharusan sehingga mesin detonasi (knocking) yang berlebihan dapat dihindarkan.

Selasa, 23 April 2013

ECO DRIVING (Mengemudi Hemat Bahan Bakar)

Mengemudi ekonomis/hemat bahan bakar, tidak hanya tergantung pada ketrampilan dan kebiasaan pengemudi, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti kondisi lalu lintas, keadaan jalan, kondisi cuaca dan teknologi kendaraan. Faktor-faktor tersebut biasanya tidak dapat diatasi atau sulit untuk dirubah, tetapi pengemudi dapat melakukan penyesuaian melalui gaya atau cara mengemudi ekonomis (eco drive) karena mengemudi cara ini lebih aman-nyaman, ekonomis, lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar serta dapat mengurangi polusi udara.

Eco Driving di negara lain
Evaluasi pelatihan mengemudi ekonomis (Eco Drive) di Switzerland menegaskan bahwa sejak tahun 1993 sekitar 15.700 orang sudah menerima pelatihan tersebut. Pada tahun 2000, Kantor Pemerintah Pusat untuk Komisi Energi Swiss melaksanakan suatu studi untuk mengevaluasi kesinambungan dan effektivitas dari pelatihan itu.

Peserta yang sudah mendapat pelatihan disurvei demikian juga pengemudi yang belum mengikuti pelatihan, melalui dua kelompok yang terdiri 75 orang, hasil survei secara statistik menunjukkan bahwa:

1. Mengemudi ekonomis mengkonsumsi 15 sampai 25 persen lebih hemat bahan bakar dibandingkan orang tanpa pelatihan, bahkan kecepatan rata-ratanya sedikit lebih tinggi.

2. Mengemudi ekonomis memberikan dampak positif terhadap kenyamanan, kerusakan dan keausan kendaraan. Orang yang sudah mengikuti pelatihan mengemudi ekonomis (Eco Drive) mendapatkan nilai yang lebih baik, dibandingkan dengan orang tanpa pelatihan.

Common Rail

Apakah Common Rail Itu?

Sistem Injeksi Diesel Common Rail adalah varian terbaru dan lebih modern dari sistem injeksi langsung mesin diesel. Kata Common rail mengacu pada sebuah pipa penampung (akumulator) bahan bakar yang berbentuk secara fisik seperti “fuel rail/fuel delivery pipe” pada sistem aliran bahan bakar mesin bensin-EFI, (hanya saja bentuk lebih besar dan kokoh), pada rail ini ditampung solar yang bertekanan tinggi, lalu bahan bakar bertekanan itu dipasok pada injektor-injektor.

Para konstruktor otomotif selalu berusaha untuk membuat produk yang berwawasan lingkungan, mesin yang lebih effisien, konsumsi bahan bakar lebih hemat dan untuk membuat mesin diesel lebih tenang getaran dan suaranya adalah tujuan utama dari pengembangan dan penggunaan sistem common rail.

Kemampuan pompa membangun tekanan lebih dari 1800 bar, dan penyemprotan bahan bakar dilakukan oleh masing-masing injektor secara individual melalui pengaturan waktu dan volume penyemprotannya secara bertahap oleh ECU, maka sistem common rail cocok sebagai pengganti sistem aliran bahan bakar diesel konvensional.

Generasi ketiga dari common rail menggunakan fitur ”piezoelektric injector” untuk akurasi yang lebih tepat dengan tekanan bahan bakar sampai 180 MPa / 1800 bar. Versi baru dari sistem diesel common rail ini memungkinkan memenuhi standard emisi Euro 6.

Common Rail yang kita jumpai pada kendaraan saat ini pertama kali lahir dari sebuah proyek kerja Marelli pada tahun 1987 kemudian diakuisisi oleh pusat penelitian Fiat dan diujicobakan pada kendaraan pada tahun 1992. Proyek ini dipindahkan ke Bosch Group untuk proses industrialisasi masal akhir tahun 1994. Kendaraan penumpang pertama dengan sistem Common Rail diperkenalkan ke pangsa pasar pada tahun 1997.

Sejarah Singkat.
Prototipe sistem common rail dikembangkan pada akhir tahun 1960 oleh Robert Huber dari Swiss, setelah itu oleh Ganser dari Swiss Federal Institute of Technology-Zurich mengembangkan teknologi common rail lebih lanjut.

Pertengahan tahun sembilan puluhan Dr Shohei Itoh dan Masahiko Miyaki dari Denso Corporation; produsen otomotif Jepang mengembangkan common rail untuk kendaraan heavy duty dan akhirnya menjadi penggunaan pertama pada “ECD-U2 Common Rail” yang dipasang pada truk Hino Ranger lalu dipasarkan secara komersial pada tahun 1995.

ECU modern mengatur kerja common rail secara umum dengan prinsip kerja yang sama satu dengan yang lainnya, unit kontrol elektronik mengatur pembukaan tiap injektor secara elektronis bukan secara mekanis/hidraulis seperti mesin diesel konvensional.

Pada era 1990-an kolaborasi antara Magneti Marelli - Centro Ricerche Fiat dan Elasis, melakukan penelitian dan pengembangan untuk grup Fiat, lalu desain-nya diakuisisi oleh perusahaan Jerman Robert Bosch GmbH untuk penyelesaian sistem produksi yang cocok untuk masal, selanjutnya pada tahun 1997 mobil penumpang pertama yang menggunakan sistem common rail adalah Alfa Romeo-1.9 JTD, masih pada tahun yang sama dilansir juga Mercedes-Benz E 320 CDI.

Kebanyakan produsen mobil Eropa telah membuat common rail diesel disesuaikan untuk kebutuhan pada kendaraan penumpang maupun komersial, beberapa produsen mobil Jepang seperti Isuzu, Toyota, Nissan dan Honda baru-baru ini, juga telah mengembangkan mesin diesel common rail sendiri.

Begitu juga India berhasil menerapkan teknologi ini terutama pada Mahindra & Mahindra untuk 'Scorpio-CRDe' serta Tata Motors untuk 'Safari-DICOR'

Sebenarnya mesin diesel common rail juga telah sangat lama digunakan dalam aplikasi mesin kapal laut dan lokomotif seperti Cooper Bessemer-GN-8 (sekitar tahun 1942) adalah salah satu contoh dari mesin diesel hidrolis-mekanis yang dioperasikan secara common rail.

Common Rail Saat Ini.
Common rail bisa dikatakan telah membawa sebuah revolusi dalam teknologi mesin diesel. Robert Bosch GmbH, Delphi Automotive Systems, Denso Corporation dan Siemens-VDO adalah pemasok utama sistem common rail ini.

Berbagai produsen mobil mengeluarkan tipe-tipe kendaraan dengan common rail ini, meskipun suplayer utamanya adalah perusahaan tersebut di atas, namun produsen mobil itu mengeluarkan variant mereka dengan inisial tersendiri seperti di bawah ini;

• D-Engine untuk BMW
• CDI pada grup Daimler (dan pada kendaraan Jeep Chrysler mereka menyebutnya dengan CRD)
• Fiat Group (Fiat - Alfa Romeo - Lancia) memakai inisial JTD (atau MultiJet, JTDm, Ecotec CDTI, TID, TTiD, DDIS)
• Ford Motor Company: TDCi Duratorq dan Powerstroke
• General Motors/Opel/Vauxhall: CDTI (diproduksi oleh Fiat dan GM Daewoo) serta Dti (Isuzu). GM Daewoo/Chevrolet; VCDi (berlisensi dari VM Motori diberi label Ecotec CDTI)
• Honda: i-CTDi
• Hyundai-Kia: CRDi
• Mahindra: CRDe
• Maruti-Udyog menyebutnya DDIS (diproduksi di bawah lisensi Fiat)
• Mazda: CiTD
• Mitsubishi: DI-D
• Nissan: NEO-Di
• PSA Peugeot-Citroen: HDi (Volvo S40/V50 memakai mesin dari PSA1,6 D&D (2,0)
• Renault: DCI
• Ssangyong: XDi (sebagian besar mesin diproduksi oleh DaimlerChrysler)
• Tata: DICOR
• Toyota: D-4D
• Audi-Volkswagen Group: TDI 4,2 (V8), engine 2,7 dan 3,0 TDI (V6), mesin terbaru pada
Audi menggunakan common rail (TDI 2.0-Audi A4), dan VW Tiguan juga memakai common rail.
• Volvo: D5 Engine.

Rabu, 10 April 2013

Sensor Roda, Elemen Penting pada ABS


Setiap mobil yang dilengkapi dengan ABS, dipastikan punya sensor di roda (ada juga di gardan atau as roda). Namun paling penting tentu roda depan karena tugasnya sangat berat ketika mobil direm. Selain harus menerima beban ketika direm (apalagi mendadak), harus harus bisa diarahkan (dikendalikan) melalu setir.

Tugasnya sensor, memantau kecepatan mobil atau putaran roda. Informasi dari sensor diteruskan ke komputer yang mengatur kerja ABS. Selain, sensor, komponen penting ABS lain adalah pompa minyak rem atau servo yang terpisah dari slinder master. 

Cara Kerja
ABS umumnya dirancang bekerja pada kecepatan di atas 50 - 60 km/jam. Sistem baru bekerja bila rem ditekan mendadak dan pedalnya ditekan terus. Tuntutan lain, pengemudi juga harus mengendalikan setir untuk menghindari obyek yang berada di depannya. ABS sangat membantu untuk menghindari tabrakan pada permukaan jalan licin atau basah.


Sebenarnya ABS adalah pengereman yang dilakukan dengan metode kocok. Pengereman dengan cara mengocok, hanya bisa dilakukan oleh pengemudi berpengalaman. 

Dengan ABS, rem dikocok oleh pompa khusus (servo) yang dilengkapi motor listrik dan katup (tipe solenoid) yang mengatur aliran minyak rem. Kerja semua komponen diatur oleh komputer. 


Saat pedal rem pedal ditekan habis, roda akan terkunci karena ditahan oleh kampas rem. Istilah umum “ngelock” atau “ngunci”. Kalau rem sudah mengunci, roda depan tidak bisa diarahkan, mobil meluncur atau “nyelonong” seperti orang main ski! Roda tidak berputar!
Nah, kalau rem digunakan saat mobil meluncur pada kecepatan 100 kpj dan roda langsung terkunci, sensor akan mengirimkan informasi ke komputer ABS. Karena kecepatan tersebut masih tinggi, komputer memerintahkan servo atau pompa untuk mengurangi tekanan minyak di sirkuit rem. 

Kamis, 21 Maret 2013

Mobil Terbang

Bosan dengan kemacetan, tapi tak bisa membeli helikopter. Mungkin mobil terbang bisa jadi alternatif di masa depan


Moller International, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi sedang mengembangkan mobil terbang. Mobil terbang yang dinamankan Skycar itu diperkirakan mulai diproduksi tahun depan. Rencananya, uji mobil ini akan dilakukan akhir tahun ini.

Pendiri Moller International, Dr Paul Moller berharap, mobil terbang ini tak hanya dinikmati sebagian masyarakat yang kaya saja. Moller telah mengajak Athena Technologies, perusahaan asal California Selatan untuk menawarkan produksi jumlah yang besar dan bisa mendekatkan produk ke pasar.

Moller, pengembang Skycar dan pesawat Neuera bersepakat dengan Athena membentuk joint venture yang berbasis di Amerika Serikat. Joint Venture ini untuk membangun co-produksi untuk pesawat di Amerika Serikat dan Cina.

Rabu, 06 Maret 2013

Tahun Depan Volvo Lahirkan Model Baru

 

Volvo siap melahirkan model baru setelah dicaplok Zhejiang Geely Holding Group sejak Maret 2010, antara lain pengganti SUV XC90 pada tahun depan.

Menurut Autocar (18/2/2013), empat model generasi terbaru akan diluncurkan tahun depan. Setelah itu menyusul sedan S80, V80 estate dan kupe 2+2, C80. Keempat model lahir dari paten baru Volvo dengan nama Scaleable Platform Architecture, menggunakan mesin VCA 4-silinder diesel dan bensin.

Untuk transmisi, pilihannya adalah manual atau 8-percepatan otomatis. Tenaga yang dihasilkan mesin, mulai 140 - 280 PS untuk mesin bensin dan 120 - 230 PS buat diesel. S80 dan V80 diluncurkan pada 2015. Kupe baru bodinya lebih pendek dari S80/V80, nama lebarnya sama.


reff :

otomotif.kompas.com (190213)

Minggu, 03 Maret 2013

Mobil Autopilot


Seperti pesawat terbang ya? ada autopilotnya. Tapi memang kedepan ada mobil yang seperti itu banyak kita temui. Dan sudah banyak penelitian yang produsen mobil lakukan seperti VW, Toyota, BMW, Nissan, Mazda, Ford etc deh . Dan Jepang pun siap menyambutnya. Negeri matahari terbit ini menargetkan akan menggunakan mobil yang bisa berjalan otomatis pada tahun 2020 mendatang.


Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang (MLIT) mengumumkan kalau mereka tertarik untuk menggunakan teknologi autopilot pada mobil di masa depan.

Untuk saat ini, MLIT akan segera memperjelas masalah-masalah terkait auto-pilot pada mobil dan akan menyusunnya dalam laporan yang akan selesai pada Maret 2013. Ini adalah pertama kalinya di dunia dimana pemerintah telah mulai usaha serius untuk mempertimbangkan pengenalan teknologi mengemudi otomatis.

Dalam diskusi "1st Discussion on Autopilot Systems" yang beberapa waktu lalu mereka lakukan, Kementerian itu berniat untuk menempatkan mobil dengan teknologi auto-pilot untuk digunakan sehari-hari di 2020 mendatang. Dan untuk mematangkan rencana, Kementerian berencana untuk melakukan pembicaraan terkait hal tersebut tiap dua bulan sekali.

Dilansir Nikkei, sudah ada banyak pabrikan yang mengaku tertarik dengan proyek tersebut seperti Toyota Motor Corp, Nissan Motor Co Ltd, Fuji Heavy Industries Ltd (Subaru), Honda Motor Co Ltd dan Mazda Motor Corp.

Kamis, 28 Februari 2013

Gasifier (Mobil Bahan Bakar Kopi Pecahkan Rekor)

Bila selama ini pencarian terkait bahan bakar masa depan terus dicari oleh para ilmuwan, seorang pria asal Inggris menggebrak dengan membuat mobil yang bisa berjalan dengan bahan bakar dari ampas kopi.


Mobil ini sendiri sebenarnya adalah sebuah mobil pik up Ford P100 yang telah dimodifikasi hingga mampu berlari sampai kecepatan 104 km/jam di Manchester, Inggris. (Dok Coffeecar.org) 

  

Mobil bertenaga kopi itu mencetak rekor kecepatan 104 km/jam untuk menorehkan nama seorang pria bernama Martin Bacon ke dalam Guinness World Records. (Dok Coffeecar.org)

Rabu, 13 Februari 2013

LED, OLED, AMOLED dan Laser (Bagian 3)


OLED
Kendati penggunaan LED sebagai lampu depan utama baru taraf awal, produk teknologi baru yang siap juga menggeser perannya adalah OLED. Bahan ini juga sudah digunakan pada televisi canggih terkini, smartphone dan tablet. 

Menurut Audi, sekarang para ahlinya sedang melakukan pengembangan OLED untuk lampu depan utama. Dijelaskan, LED terdiri dari kristal semikonduktor sedangkan OLED dibuat dari material organik.
Keunggulannya, bisa dilabur tipis dan merata sebagai lapisan dengan ketebalan perseribu milimeter di atas permukaan kaca. Ketika OLED diberi aliran listrik, molekulnya akan melepaskan foton dengan permukaan menghasilkan cahaya. 

Kehebatannya, distribusi cahaya yang dihasilkan sangat rata plus kebutuhan energi yang rendah. OLED sangat indeal untuk penerangan interior dan lampu belakang. Beberapa produsen pada pameran mobil terakhir, sudah memperlihatkan OLED untuk interior dan lampu belakang. Hal yang sama juga dilakukan pada bodi. 

Toyota pernah menampilkan mobil konsep dengan eksterior dari AMOLED sehingga tampil seperti layar ponsel pintar atau tablet, yang dinamakan Diji.

Animasi 
Audi juga mengembangkan OLED buat lampu belakang yang menghasilkan corak menarik, berupa gerombolan yang bergerak ikan. Hal itu diperoleh dengan menyambung permukaan lampu secara terus-menerus. Para insinyur Audi telah mengubah bagian belakang kendaraan menjadi besar, permukaan lampu yang sambung menyambung, titik kecil yang tidak terhitung jumlahnya, menghasilkan cahaya seperti kumpulan ikan yang bergerak. 

Kamis, 07 Februari 2013

LED, OLED, AMOLED dan Laser (Bagian 2)

LED Pintar
Ide yang semakin menarik, lampu depan utama LED diintegrasikan dengan kamera video, bahkan komputer sistem navigasi. Hasilnya, karena sistem navigasi bisa membaca arah atau sudah punya data rute, LED yang digunakan untuk lampu depan utama dan sein, bisa diaktifkan tanpa harus diperintahkan oleh pengemudi. .
Kreativitas para ahli untuk membuat kinerja LED efisien dengan penyebaran cahaya atau penerangan merata, juga semakin tinggi. LED dipasang dalam tabung optik yang dibuat dari polimer transparan.

Kelebihan lain, LED dapat menghasilkan bentuk cahaya yang berbeda. Bahkan pada beberapa kasus menghasilkan efek 3D. Keunggulannya, intensitas cahaya makimum dihasilkan pada hampir bersamaan. Hasilnya, jika digunakan untuk lampu belakang, saat mobil direm mendadak, pengemudi di belakang bisa melihat atau mengetahuinya dengan cepat dan mudah dilihat.

LED kini juga mulai banyak untuk indikator pada panel instrumen. Hasilnya, meter kombinasi menjadi semakin dinamis dan menarik. Untuk lampu sein, LED juga bisa dibuat seperti gerakan panah untuk menunjukkan arah belok mobil. Caranya, seperti yang dilakukan Audi menyusun 30 LED sejajar berjejer, mati-hidup bergantian dengan interval 150 milidetik. Hasilnya, lampu - juga penampilan mobil - makin intuitif, pemakai jalan lain juga mudah memahaminya.

Lampu Utama
Sebagai lampu depan utama, suhu warna LED yang banyak digunakan adalah 5.500 kelvin. Cahaya yang dihasilkan putih, hampir sama dengan siang hari. Dengan cahaya seperti ini kelahan mata bisa dikurangi. LED tidak memerlukan pemeliharaan khusus dan dirancang seumur kendara. Konsumsi energinya rendah.

Lampu dekat misalnya, hanya membutuhkan energi 40 watt per unit(dua lampu kanan dan kiri), atau lima persen dari xenon yang dinilai efisien sebagai lampu depan. Di samping itu, juga tidak menghasilkan suhu tingi. LED merah menghasilkan panas 120 dan putih 400 derajat Celsius. Sementara lampu utama halogen 400 derajat Celsius.

Selasa, 05 Februari 2013

LED, OLED, AMOLED dan Laser (Bagian 1)


Cepat atau lambat, teknologi penerangan dan lampu pada mobil segera berubah. Halogen yang sudah sekian lama dan masih digunakan sampai sekarang, segera ditinggalkan. Begitu juga dengan xenon atau high intensity discharge (HID).
Pilihan terbaru, sebagai pencahayaan dan indikator adalah light emitting diode (LED),organic light emitting diode (OLED), active matrix organic light emitting diode (AMOLED) dan tak kalah menarik adalah Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation atau lebih dikenal dengan laser.

Semuanya berpacu dengan kelebihannya. Peralihan teknologi akan berlangsung cepat karena makain banyak digunaan dan diproduksi semakin masif.

Contohnya, LED dan OLED digunakan untuk televisi dan layar informasi. Sedangkan AMOLED sebelumnya pada smartphone dan tablet, kini juga merambah ke televisi. Terakhir, pada awal bulan ini Samsung sudah memperlihatkan layar AMOLED yang bisa dilipat di CES, Las Vegas.

Faktor yang mempercepat produk tersebut diadopsi, regulasi konsumsi bahan bakar dan emisi karbondioksida yang kian ketat serta tuntutan tingkat keselamatan semakin tinggi.

LED
LED bukan lagi teknologi baru pada mobil. Saat ini tidak hanya digunakan sebagai Day Running Light (DRL) atau lampu siang hari, sein (indikator belok), rem, juga untuk lampu utama depan. Kendati demikian baru terbatas pada mobil kelas menengah dan premium. Maklum, teknologi “driver’ masih mahal. 

Dibanding xenon, LED membutuhkan energi yang lebih rendah untuk kualitas pencahayaan yang sama. Sementara xenon, meski juga lebih unggul dari halogen, untuk start butuh waktu agak lama dan arus yang lebih besar. Di samping itu, tidak bisa hidup langsung. Inilah pula, menyebabkan xenon digunakan sebagai lampu utama yang berfungsi sebagai lampu dekat dan jauh (H4).

Kalaupun ada, harus dilengkapi dengan mekanisme yang bisa mengubah arah sorotan yang disebut autoleveling. Akibatnya, harga semakin mahal. 

LED juga membuat penampilan mobil semakin keren, atraktif bahkan cantik. Kini modul LED mulai diintegrasikan dengan komputer mobil. Hasilnya, penyebaran dan arah sorotan cahaya bisa berubah secara otomatis sesuai dengan kondisi saat mobil berada. Begitu juga intensitasnya. Misalnya, untuk lampu jauh dan dekat (dimm dan high), tidak tidak memerlukan mekanisme seperti xenon. Tetapi bisa diatur secara otomatis berdasarkan cahaya lampu mobil dari depan atau kontour jalan!

Pengaruh LED juga bersar terhadap desain mobil. Lihatlah, mobil terbaru, lampu depannya semakin sipit, lampu utama disatukan dengan sein dan DRL. Selain makin gaya, tentu saja untuk memperoleh aerodinamika yang semakin baik (performa dan konsumsi bahan bakar yang irit).

reff :
http://otomotif.kompas.com