Pages

Rabu, 02 Januari 2013

Honda Kembangkan Teknologi Mengurangi Macet



Honda Motor Co., mengaku telah berhasil mengembangkan teknologi (pertama di dunia) yang dapat mendeteksi potensi kemacetan lalu lintas akibat cara mengemudi yang tidak tepat. Sistem bekerja dengan memantau cara berakselerasi dan mengerem saat berada di belakang mobil lain. Pasalnya, mengemudi dengan cara membuntut mobil di depan bisa memicu kemacetan. Untuk ini, Honda bekerja sama dengan Pusat Riset Sains dan Teknologi Maju Universitas Tokyo.

Dijelaskan pula, dengan menggunakan sistem ini, kecepatan rata-rata mobil bisa bertambah sekitar 23 persen. Sedangkan konsumsi bahan bakar lebih irit 8 persen dengan mengikuti kendaraan lain dari belakang.

Indonesia
Honda juga mengatakan, teknologi ini segera dikomersialkan. Untuk itu, tes pertama langsung di jalan raya, dilakukan di Italia pada Mei ini dan di Indonesia pada Juli mendatang.Target dari pengujian ini, memastikan sejauh mana teknologi ini efektif membantu mengurangi kemacetan.

Sistem bekerja dengan memberikan informasi, membantu pengemudi mencegah kemacetan berdasarkan informasi lalu lintas terkini. Sistem juga memantau, cara berakselerasi dan mengerem pengemudi yang bisa menyebabkan kemacetan.

Berdasarkan hal tersebut, sistem akan memberi tahu pengemudi informasi tujuannya, termasuk menayangkan kode warna yang dipasang di dalam mobil. Untuk itu, pengemudi diingatkan berakselerasi dan mengerem dengan lembut saat mengikut kendaraan lain.

Untuk meningkatkan efektivitas kerja sistem, komputer di mobil dihubungkan ke server “awan” (cloud). Pengemudi pun akan lebih waspada karena bisa langsung menyinkronkan cara mengemudinya terhadap mobil di depan dengan mengaktifkan Adaptive Cruise Control (ACC).

Peranti yang disebut terakhir, berfungsi menjaga jarak antar mobil dengan yang di depannya tetap pas sesuai dengan kecepatan.Target lain dari teknologi ini adalah menekan emisi karbondioksida (CO2) dan tabrakan belakang yang sering terjadi saat macet!


reff :
http://otomotif.kompas.com

Lampu Pintar Bila Hujan dan Salju



Kini ada lampu mobil pintar yang dapat memandu pengemudi dengan aman saat hujan atau salju turun di malam tiba. Lampu ini diciptakan oleh profesor Srinvasa Narashimhan dari Universitas Carnegie Mellon, Pennsylvania, Amerika Serikat. Alasannya menciptakan lampu ini, berdasarkan penelitian seperempat dari kecelakaan lalu lintas, terjadi saat cuaca buruk termasuk ketika hujan dan salju turun.

Lampu terdiri dari proyektor, kamera dan pemisah sorotan (beam splitter) dengan komposisi 50/50. Kamera digunakan untuk mendeteksi curah hujan sementara komputer menentukan kapan lampu mengedipkan cahayanya, khusus ketika partikel air atau salju jatuh melewati bidang sorotan lampu. Karena air hujan jatuh saat gelap, tidak terjadi pantulan cahaya lampu yang menyilaukan mata pengemudi. Kedipan terjadi dalam 13 milidetik, mata pun tak bisa menangkap proses tersebut.

"Lampu-lampu neon di ruangan Anda juga berkedip sepanjang waktu. Karena mereka begitu cepat Anda tidak menyadarinya. Begitu pula sistem yang bekerja pada lampu depan mobil ini," terang Narasimhan. Dengan sistem ini, tingkat stres mengemudi bisa berkurang saat hujan dan salju turun.

Lampu depan bekerja lebih baik pada kecepatan rendah. Berdasarkan penelitian, partikel yang tertangkap sistem pada kecepatan 32 kpj hanya 70 persen. Sementara ketika melaju 100 kpj turun menjadi 15-20 persen. Hasil tersebut dipertajam dengan sistem yang diciptakannya,. Narashimhan berharap lampu sudah bisa digunakan secara komersil dalam 3-4 tahun mendatang. kita tunggu aja bagaimana perkembangannya nanti. salam

reff :
http://otomotif.kompas.com

Apa Yang Dilakukan Ketika Mesin Mobil Overheat



Apa yang dilakukan ketika mobil kita mengalami over heating
Kondisi macet baik skala ringan maupun berat membuat kita jenuh, gelisah bahkan stress. Situasi dan kondisi tersebut, merupakan mimpi buruk bagi mobil yang kondisinya kurang fit. Masalah yang sering terjadi, suhu mesin terlalu tinggi (overheat). Jika terjadi, sudah pasti perjalanan jadi tidak lancar dan nyaman.

Untuk itu, sebagai antisipasi. Tips berikut hanya berlaku bila terjadi kebocoran pada radiator atau sirkulasi air mampat dan motor kipas dalam kondisi lemah atau tidak bekerja sama sekali.

"Segera menepi dan dinginkan mesin ketika jarum temperatur berada pada posisi tiga perempat atau indikator suhu berkedip-kedip. Jangan paksakan mesin terus hidup karena akibatnya makin parah," beber Teddy.

Ditambahkan, jangan langsung membuka tutup radiator pada mesin karena bisa menimbulkan semburan air dan uap panas. Selalu gunakan lap basah untuk membukanya.

Bocor Halus
Jangan langsung mengisi air radiator dan biarkan lokasi bocor tersebut mengering. Lantas bersihkan dengan lap kering. Setelah itu gunakan lem besi untuk menambal lubang. Kalau sulit mendapatkan lem, bisa memakai sabun batangan. Caranya, gosok tempat yang bocor hingga tertutup sabun. Cara tersebut bisa meminimalisasi kebocoran.

Mampet
Jika tidak ada kebocoran, kemungkinan sirkulasi ari pendingini macet karena katup termostat ditutup oleh kotoran. Untuk mengatasinya, seluruh cairan pendingin dikurang. Untuk mobil yang tidak terlalu canggih, cukup dengan mencopot penutup lubang di bagian bawah radiator. Pengisian dilakukan dari lubang atas dan dilakukan sampai air tidak lagi berwarna coklat.  Ada 2 cara pencegahan mesin panas, yaitu lakukan penggantian air radiator setiap 20.000 km dan gunakan carian anti karat.

Kipas
Untuk kondisi darurat, kelistrikan kipas bisa dihubungkan langsung ke baterai atau aki. Pada umumnya motor kipas punya 2 kabel dengan warna hitam dan biru atau hitam dan putih garis hitam. Potong kabel biru atau hitam dengan garis putih lalu sambung dengan kabel lain dan dihubungkan langsung ke terminal positif aki. Biasanya hal ini terjadi akibat motor kipas yang sudah tidak berfungsi dengan baik sehingga putarannya kurang kencang. Biasanya hal ini teridentifikasi ketika ngebut, temperatur naik, namun ketika pelan suhu cenderung aman. Bisa juga dari kipas tambahan (bagi yang menggunakan), untuk mencari tahu cukup dengan menyalakan AC. Jika ada kerusakan maka kipas tidak akan berputar atau temperatur lambat laun naik. Solusinya adalah mengganti motor kipas tersebut, atau jika sudah parah biasanya kipas juga ikut diganti karena biasanya mengalami kerusakan di porosnya.

Oktan tidak sesuai
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai - biasanya lebih rendah - bisa mengakibatkan mobil knocking (ngelitik). Jika terus dibiarkan maka kecenderungannya mesin akan panas. Rasio kompresi dan setingan waktu pengapian (timing) - untuk mobil yang masih menggunakan distributor - harus sesuai dengan BBM.

Air berkurang
Nah, inilah pentingnya mengecek kondisi air sebelum bepergian. Jika volume air berkurang cukup banyak (sebotol Aqua 600 ml atau lebih) menandakan adanya kebocoran. Bisa berasal dari selang yang sudah getas, sambungan selang atau dari sil dan pegas tutup radiator yang sudah tidak berfungsi baik. Kebocoran dari tutup radiator biasanya terlihat adanya bekas karat disekitarnya yang mengering. Segera ganti tutup radiator.

mudah-mudahan bermanfaat

reff :
http://otomotif.kompas.com




Jangan Biarkan Ban Serep Merana



Karena tersembunyi, ban serep jarang mendapat perhatian. Akibatnya, ketika dibutuhkan ban serep bisa saja gembos. Kondisi tersebut tentu saja akan merepotkan.

Karena itu, periksalah kondisi ban ini secara teratur. Menurut Felix Sumilang, manajer operasional Omega Ban di kawasan Kemayoran, sering terjadi, ketika ban cadangan dibutuhkan justru tak bisa dipakai. ”Penyebabnya, pemilik mobil cuek terhadap ban cadangan. padahal, perawatannya sederhana,” jelasnya.

Berikut dijelaskan cara merawat ban serep :

1. Periksa kode produksi. Ban juga ada masa kadaluarsa sama seperti makanan. Dengan mengamati kode produksi, kita bisa tahu ban cadangan ini kadaluarsa atau belum. Kode produksi ada di dinding ban, ditulis empat digit. Dua digit kedua adalah tahun, dua digit pertama adalah minggu. Misalnya, 3011, berarti ban diproduksi minggu ke-30 pada 2011. Jika usianya lebih dari tiga tahun, sebaiknya ban serep diganti.

2. Cek fisik. Rajin-rajinlah memeriksa kondisi ban serep, apalagi yang diletakkan di kolong mobil. Perhatikan apakah ada kebocoran, keretakan dinding. Pengait ban biasanya jmeninggalkan jejak di dinding ban. Karena itu, periksa apakah pengait meninggal luka pada ban atau tidak.

3. Cek tekanan angin. Paling tidak lakukan sebulan sekali. Karet ban biasanya punya pori-pori yang membuat tekanan angin berkurang. Suhu yang berubah-ubah membuat ban yang terpakai mudah kempes. Berikan tekanan angin lebih tinggi, minimal 3 psi dibandingkan dengan ban yang dipakai.

4. Bersihkan dan beri pelembab. Sama seperti yang dipakai, ban cadangan juga harus dibersihkan dan diberi pelembab, yaitu semir. Manfaat pertama, tahu kondisinya. Manfaat lain, kelenturan ban.

5. Rotasi. Sesekali, tukar ban serep dengan ban yang dipakai. Lakukan secara rutin dengan periode yang diatur sendiri misalnya setiap 5000 km. Jangan lupa, balancing sehingga tidak menyebabkan setir bergetar
ketika digunakan.

reff :
http://otomotif.kompas.com

Awas, Ban Sepeda Motor Benjol!



Ban sepeda motor Anda benjol? Hal ini sering terjadi khususnya untuk jenis tubeless! Kok bisa? Oleh karena banyak jalanan berlubang, maka frekuensi ban terbentur pun semakin tinggi. Akibatnya, kawat yang membentuk struktur ban putus, plus kondisi tekanan angin kurang. Makanya, permukaan ban pun jadi benjol.

Efek lanjutan dari ban benjol adalah getaran keras yang dirasakan pada setang saat melaju kencang. Kala jalan pelan pun, sekitar 10 km/jam, motor pun terasa melonjak-lonjak.

Untuk mencegah ban benjol, berikut tips yang bisa dilakukan:
1. Bila tidak bisa menghindari lubang, jangan melakukan pengereman saat masuk lubang. Tujuannya mencegah pemusatan bobot sepeda motor dan penumpang di ban depan. Kalau bobot memusat di depan, maka efek benturan semakin besar sehingga mempercepat kawat ban (depan) putus.

2. Periksa tekanan angin ban secara teratur, jangan sampai di bawah standar. Bila tekanan angin kurang dan sering menabrak lubang, kemungkinan terjadinya benjol sangat besar.

3. Jika belum hapal rute yang akan dilalui, maka jangan memacu sepeda motor terlalu cepat.

4. Kalau sudah benjol, demi keselamatan, Anda harus menggantinya. Jangan diamkan ban benjol. Pasalnya, bila diisi lagi dengan tekanan angin yang lebih tinggi, maka bisa meledak!

reff :
http://otomotif.kompas.com

Ban meledak, Rem blong, Inilah yang Harus Anda Lakukan!

Banyak hal tak terduga bisa terjadi selama melakukan perjalanan mudik. Berikut cara mengatasinya, bila mengalaminya, seperti yang ditututkan oleh Alvin Bahar, pembalap nasional dan juga kerap menjadi instruktur pada kursus safety driving.

1. Ban Meledak
Pertama, jangan panik! Pegang setir lebih kuat, pertahankan arah mobil tetap lurus. Jangan langsung melakukan perlambatan atau mengeremsecara mendadak, misalnya membebaskan pedal gas dan langsung menginjak rem. Rasakan dahulu sumber goyangan terbesar berasa dari mana (depan/belakang) untuk mengetahui ban yang pecah.

Jika yang pecah depan, langkah yang harus dilakukan harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dengan membebasakan pedal gas secara perlahan dan bertahap. Tujuannya, agar perpindahan bobot tidak terjadi secara ekstrem ke depan. Selanjutnya, aktifkan rem parkir secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan. "Paling tidak, bila kecepatan 40 kpj, mobil baru dipinggirkan," beber Alvin.

Bila yang pecah basn belakang, untuk memperlambat laju mobil bisa dilakukan lebih cepat dengan langsung melepas pedal gas dan melakukan pengereman. Jangan lupa memberi tanda sein ketika hendak berpindah jalur.

2. Rem Blong
Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa hal, antara lain yang kerap terjad, sirkuit minyak rem rem bocor, angin palsu (sirkuit rem ada udara karena terjadi pemuaian) dan suhuminyak meninggi.

Antisipasi pertama, kocok rem paling tidak 3 kali. Dibantu pula dengan mengaktifkan rem parkir hingga 50 persen. Jika hal tersebut tidak menyebabkan laju berkurang, langkah selanjutnya turunkan gigi ke posisi terendah secara berurutan.

3. Melewati Banjir
Jika terpaksa harus melintasi banjir, pastikan mobil Anda bisa lewat dengan aman. Perhatikan jika yang melintas serupa dengan mobil Anda. Jika yakin bisa lewat, jaga putaran mesin agak tinggi, di atas 2.000 rpm pada gigi rendah. Jangan melaju terlalu cepat. Setelah berhasil lewat, agar rem cepat kering, tekan pedal rem berulang-ulang beberapa saat sembari menjalankan mobil pada kecepatan rendah.

reff :
http://otomotif.kompas.com

Tanda-tanda Ban Perlu Segera Diganti!



Menurut survei Rubber Manufacturers Association(RMA), 13 persen kendaraan di jalan raya, ban pada kondisi gundul, baik cadangan atau lebih parah lagi, yang sedang digunakan. Hal tersebut naik 10,4 persen berdasarkan survei serupa pada 2010.

Kondisi tersebut membahayakan baik bagi penggunanya maupun pemakai jalan lain. Daya cengkeram ban menurun, situasinya makin parah pada permukaan jalan basah, khususnya saat hujan dan banjir. Pengaruh selanjut adalah saat melakukan manuver dan mengereman.

Jika Anda berniat melakukan perjalanan pada liburan akhir tahun ini, sebaiknya cek kembali ketebalan kembang ban. Untuk mengetahui, bak masih layak atau tidak, bisa dilihat melalui indikator pada alur telapak dan dinding ban (lihat gambar).

Jika indikator pada alur terkikis berarti ban harus diganti atau berbahaya bila terus digunakan. Tanda lainnya, segitiga pada dinding dekat bibir kembang ban.

Selain botak, kondisi lain sebaiknya ban diganti (bila Anda mengutamakan keselamatan), kembang dan dinding ban retak-retak. Kondisi ini menandakan materi ban sudah mengeras., mudah pecah saat digunakan pada kecepatan tinggi dan beban berat. Kedua, dinding ban benjol karena sering membentur permukaan jalan yang tidak rata. Sebagian kawat yang membentuk lingkaran ban putus.



reff :
http://otomotif.kompas.com