Pages

Selasa, 23 April 2013

PEMAHAMAN FUEL TRIM DAN OKSIGEN SENSOR

Fuel Trim
Fuel trim (dapat dilihat/ditampil melalui scantool jika mesin dilengkapi dengan oksigen sensor) adalah suatu usaha/kompensasi dari ECU untuk mengurangi dan menambah volume penyemprotan bensin agar perbandingan campuran udara bensin berada pada ”wilayah” lambda 1. Jika semua kondisi manajemen dan mekanisme mesin berada dalam keadaan prima, maka ECU tidak memerlukan kompensasi mengurangi dan menambah bahan bakar agar perbandingan campuran udara bensin ideal, oleh karena itu spek pada servis manual mentapkan bahwa fuel trim yang masih ditolerir adalah dari -10% sampai +10% dan jika lebih dari itu maka ECU akan meng-on-kan lampu check engine. Bahkan beberapa pabrikan mematok spek fuel trim hanya dari – 5% sampai + 5% saja.

Oksigen Sensor
Sering disebut juga dengan Sensor O2 atau Lambda Sensor atau AFR Sensor berfungsi untuk mendeteksi kadar oksigen yang dikandung dalam gas buang, karena sensor ini hanya mendeteksi kadar oksigen dalam emisi, maka patokan dasar software ECU adalah berapa besarnya tegangan sinyal yang dibangkitkan oleh oksigen sensor tersebut, jika tagangan oksigen sensor bergerak pada kisaran 200 sampai 700 mV, maka ECU beranggapan bahwa perbandingan campuran udara bensin yang mengalir ke ruang bakar sudah sesuai.

Softwaree ECU mempunyai tegangan refrensi/sebagai pembanding tegangan yang dibangkitkan oleh oksigen sensor, besarnya tegangan referensi tersebut adalah 450mV, maka untuk mengkompensasikan tegangan yang dibangkitkan O2 Sensor sebesar 200 sampai 700 mV itulah, maka ECU menambah dan mengurangi penyemprotan bensin melalui data fuel trim -10% sampai +10%.

Dengan kata lain; jika oksigen sensor membangkitkan tegangan sinyal sebesar 450 milli Volt ke ECU, maka ECU tidak akan melakukan kompensasi penambahan dan pengurangan penyemprotan bensin, dalam hal ini fuel trim = 0%.

Sering lampu MIL (malfunction indicator lamp) menyala akibat dari kerusakan oksigen sensor sehingga menimbulkan kekhawatiran dan tentu saja menggangu kinerja mesin. Memang tidak dapat dipungkiri, pada waktu sensor oksigen pertama kali digunakan, maka sangat banyak terjadi kesalah akibat mutu oksigen sensor yang kurang bagus dan cenderung gagal, akan tetapi seiring berjalannya waktu maka produsen oksigen sensor sudah mendesain ulang dan memperbaiki beberapa kelemahannya dan sekarang kualitas dan kinerjanya sudah dapat dihandalkan.

Hal ini juga berarti jika terdapat kode kesalahan pada oksigen sensor maka secara menyeluruh sistem harus diperiksa sebelum memastikan kerusakan dari oksigen senor itu sendir. Jika pekerjaan mengganti oksigen sensor langsung dilakukan, maka kita khawatir kesalahan bukan terjadi pada oksigen sensor, tetapi berkemungkinan pada sistem lain.

Hampir semua sistem manajemen mesin terdiri dari beberapa sub-sistem. Sub-sistem ini masing-masing tergantung pada input yang diberikan ke ECU melalui sensor temasuk di dalamnya sensor oksigen, sebagai pengontrol akhir yang ditempatkan pada saluran gas buang untuk mendeteksi kadar oksigen yang terkandung dalam emisi. Padahal sangat banyak sensor lain yang mengakibatkan ECU mengatur perbandingan campuran, sehingga kadar oksigen dalam gas buang juga dipengaruhinya..

Contohnya:
1. MAF Sensor yang berfungsi mengukur volume udara yang diisap oleh mesin. jika sensor ini kinerjanya tidak bagus, juga akan menyebabkan kadar oksigen dalam gas buang berubah.

2. MAP Sensor; sama fungsinya yaitu mengukur udara yang disap oleh mesin, cuma cara kerjanya yang berbeda, untuk menentukan udara yang diisap mesin, MAP sensor mengukurnya berdasarkan tekanan udara pada intake manifold.

3. Sensor suhu air pendingin mesin (ECT Sensor) sensor ini, melaporkan keadaan suhu air pendingin mesin agar ECU mengatur perbandingan campuran udara bensin sesuai dengan keadaan suhu air pendingin, tentu juga akan mempengaruhi perbandingan campuran udara bensin sekaligus mempengaruhi kadar oksigen yang terkandung dalam gas buang.. Demikian pula IAT Sensor..TP Sensor, termasuk IAC Sistem yang kesemuanya dapat mempengaruhi perbandingan campuran udara bensin…

SILINDER MESIN dan MEKANISME KATUP

Blok dan Kepala Silinder
Kerena sifatnya yang kuat dan lebih murah, maka umumnya blok silinder terbuat dari besi tuang. Saat ini sudah banyak juga dijumpai blok silinder dari campuran aluminium, terutama untuk mesin-mesin yang bersifat sportif dan bekerja pada putaran, beban serta suhu yang lebih tinggi. Material campuran aluminium menjadikan blok silinder lebih ringan, serta dapat menghantarkan panas lebih baik, akan tetapi blok mesin harus mendapat pendinginan yang tepat, bila pendinginannya kurang akan dapat menyebabkan kerusakan fatal pada mesin, sedangkan pendinginan yang berlebihan akan menyebabkan kehilangan panas juga berlebihan. 

Lobang silinder mesin berbentuk silindris, dikerjakan secara sempurna dengan polesan sangat halus serta presisi tinggi, selama mesin bekerja, piston dan ringnya akan bergesekan dengan dinding silinder dalam tekanan dan suhu yang tinggi. Bila mesin telah dijalankan dalam kurun waktu yang lama, maka keausan sislinder tidak dapat dihindari, khususnya dinding silinder bagian sisi dalamnya karena bagian ini mengalami panas yang tinggi.

Senin, 22 April 2013

Menyulap Sampah Plastik Menjadi BBM Tidak Harus Mahal

Pemanfaatan plastik bagi kehidupan manusia memang tidak terelakkan. Sebagian penduduk dunia menggunakan plastik dalam kehidupan sehari hari. Menurut perhitungan Kementerian Lingkungan Hidup (2008), jumlah sampah plastik penduduk indonesia setiap harinya sebesar 23.600 ton dan saat ini sampah plastik telah menumpuk hingga 6 juta ton atau setara dengan berat 1 juta gajah dewasa. Impor plastik dan barang dari plastik sepanjang Januari-Juli tahun 2011 melonjak 46% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010, karena tingginya permintaan terhadap bahan baku plastik di dalam negeri. Adapun untuk impor barang dari plastik atau barang jadi, menurut dia, terjadi khususnya pada produk terpal plastik impor, mainan anak-anak dari plastik, peralatan dapur (piring plastik).

Keistimewaan plastik selain memerlukan energi yang lebih hemat, plastik juga memiliki bobot yang ringan, praktis, dan tidak mudah pecah hingga menyebabkan tidak akan pernah bisa terlepas dari plastik. InSWA atau Indonesia Solid Waste Assosiation, yang berdiri pada tahun 2003 dan sebagai wadah asosiasi yang menangani khusus pengelolaan sampah di Indonesia mengungkapkan perlunya bagi setiap unsur masyarakat untuk mendukung pengelolaan dan penggunaan plastik ramah lingkungan. Persoalan persampahan di Indonesia merupakan sebuah fenomena nasional yang memerlukan perhatian khusus untuk menemukan solusi terbaik menyangkut bagaimana melakukan pengelolaan, pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang.

Menurut Ketua Umum InSWA Ir Sri Bebassari, MSi, 100 persen manusia di dunia menghasilkan sampah, tapi hanya 1 persen yang peduli tentang pengelolaan sampah. Tidak seorangpun yang bersedia ketempatan sampah, meskipun hasil buangan dari dirinya sendiri (not in my back yard-NIMBY). UU No 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah pasal 15 berbunyi, “produsen wajib mengelola kemasan dan atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam”.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, laju penggunaan plastik pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan kemasan plastik meningkat 10 hingga 13 persen per tahun. Sebuah penelitian di Amerika juga menemukan fakta bahwa satu keluarga yang terdiri dari empat anggota keluarga, dalam setahun bisa menghabiskan kantong plastik sebanyak 1.460 buah. Menurut kajian peneliti InSWA, setiap hari rata-rata orang Indonesia menghasilkan sampah 0,5 Kg dan 13 persen di antaranya adalah sampah plastik.

Dengan teknologi tepat guna tentunya sampah plastik dapat dikelola dengan baik. Salah satunya yang saat ini sedang kami kembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi BBM setara solar dan premium. Sistem kerja yang digunakan dengan pirolisis, sampah plastik dipanaskan dengan suhu diatas 300 C sehingga menjadi uap dan didinginkan oleh fluida cair untuk mendapatkan hasil minyaknya.

Alat yang dipakai mengadopsi dari sistem yang dikembangkan oleh Bapak Tri Handoko (SMKN 3 Madiun) dengan modifikasi pada tabung reaktor dan tabung kondensor. Modifikasi dilakukan oleh Syamsiro yang sekarang lagi melanjutkan study S3 di negara Sakura, Jepang bersama timnya di Lab. Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin UGM. Tujuannya mencari pengoptimalan reaktor.


Reaktor pengkonversi sampah plastik menjadi BBM

INJEKTOR DAN PERMASALAHANNYA


Jika mesin hidup pada putaran 2.000 RPM, berarti injektor bekerja 2.000 kali, dengan kata lain injektor itu sedang bekarja 33,3 kali tiap detik-nya pada putaran tersebut..

Injektor mesin bensin, meskipun kecil, merupakan komponen sistem aliran bahan bakar yang sangat kokoh, kemampuan kerjanya sangat luar biasa!, karena terpasang pada saluran masuk dekat blok mesin yang panas, bekerja terus menerus selama mesin hidup dengan berbagi variasi putaran dan sesuai dengan kebutuhan pengemudi… Dan fakta bahwa injektor terdiri dari bagian mekanik dan listrik; bekerja menginjeksikan bensin pada saluran masuk secara tepat dan akurat, tidak boleh terdapat kesalahan sedikitpun sehingga mempengaruhi kinerja mesin…

MASALAH APA SAJA YANG TERJADI PADA INJEKTOR?
1. KERAK KARBON MENUTUPI LUBANG INJEKTOR.

Additive pada bahan bakar yang tidak terbakar akhirnya mengerak pada lubang dan jarum injektor sehingga volume dan bentuk/pola penyemprotan injektor akan berubah

Penyebab: Meskipun pemakaian kendaraan dilakukan secara normal namun bila perawatan sistem aliran bahan bahan bakar kurang baik, maka akan timbul masalah kegagalan kerja injektor seperti di atas. Waktu mesin panas/suhu kerja lalu mesin dimatikan, maka akan terbentuk seperti “baking”/mengerak pada bahan bakar yang tidak terbakar terutama di sekeliling lubang dan jarum injektor, additive bensin akan mempercepat terbentuknya kerak/”baking” tersebut setelah mesin dingin. Proses pengerakan pada lubang dan jarum injektor akan lebih cepat lagi terjadi jika mesin overheating, atau terjadi kebocoran saluran intake/vakum atau pemakaian oktan bahan bakar yang tidak cocok.

Pengaruh: Tenaga mesin kurang/kinerja mesin terasa lamban, perbandingan campuran udara bensin kurus, bisa menyebabkan kerusakan oksigen sensor. Fuel Trim berubah/tidak sesuai dengan spek yang dikehendaki meskipun oksigen sensor berusaha membuat manajemen mesin bekerja pada loop tertutup (close loop) untuk mempertahankan perbandingan campuran yang sesuai (lambda 1)

2. FILTER INJEKTOR TERSUMBAT

Penyebab: Partikel dalam saluran, komponen dan tangki bahan bakar yang disebabkan oleh erosi atau korosi, lalu partikel tersebut mengumpul dalam filter injektor, akan menyebabkan aliran bahan bakar terhambat, tentu saja mempengaruhi kinerja injektor atau terjadi perubahan pola/bentuk penyemprotan bahan bakar. Masalah ini sangat umum terjadi akibat dari kurangnya perawatan sistem aliran bahan bakar,sepert filter bensin yang sudah lama tidak diganti, korosi pada tangki, korosi dan erosi pada pipa/slang sistem aliran bahan bakar, erosi pada filter bensin serta fuel rail, menyebabkan semua partikel tersebut mengumpul pada filter injektor.

Pengaruh: Bisa menyebabkan kebocoran pada injektor, pola/bentuk penyemprotan injektor berubah, akan menyebabkan tenaga mesin menurun, kadang-kadang bisa juga mesin jadi over heating, karena injektor memberikan perbandingan campuran kurus tidak sesuai). Bisa juga ECU akan berusaha menyesualkan Fuel Trim untuk mepertahankan perbandingan campuran yang sesuai (lambda 1), akibatnya Fuel Trim keluar dari spek yang ideal..(spek ideal Fuel Trim adalah -10% dan +10%

3. KUMPARAN SELONOID INJEKTOR TIDAK DAPAT MENGANGKAT JARUM

Kumparan Injektor panas akibat kegagalan pendinginan injektor, hal ini bisa disebabkan saat pengapian yang tidak tepat sehingga mesin overhaeting, kinerja kumparan/selonoid jadi menurun, bisa terjadi hubungan singkat dalam kumparan lalu terbakar. Jika jarum injektor korosi dan lengket pada lubangnya, selonoid/komparan injektor tidak akan mampu mengakat jarum ketika injektor bekerja, masalah ini bisa terjadi karena mesin sudah lama tidak dihidupkan atau bensin terkontaminasi dengan air, aliran bahan bakar yang berfungsi sekaligus untuk mendinginkan dan melumasi injektor tidak mengalir dengan lancar.

Pengaruh:
(A) Jika jarum/pintle injektor tidak duduk dengan tepat pada lubangnya, maka kinerja mesin akan sangat buruk, mesin hidup pincang karena silinder yang bersangkutan tidak menerima pasokan bensin dengan semestinya, meskipun ECU berusaha mengatur perbandingan campuran yang ideal (lambda 1), namum karena banyaknya oksigen yang terkandung dalam gas buang lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan pada oksigen sensor..

Masalah lain juga akan timbul pada waktu mesin dimatikan; biasanya sisa bahan bakar pada injektor yang tersumbat tersebut akan menetes saat mesin mati (masih ada tekanan bahan bakar, saat mesin dimatikan), hal ini bisa memicu bahaya kebakaran jikat mesin dihidupkan kembali..
(B) Tentu saja akibat dari semua ini, pada sislinder yang bersangkutan selalu terjadi perbandingan campuran yang kurus dan bisa menimbulkan panas yang berlebihan pada silider mesin itu, lalu terjadi kerusakan mekanis, seperti kerusakan pada ring piston, pistonnya sendiri atau bisa terjadi kerusakan pada oksigen sensor dll.

Gambar Menarik Bulan April Part 3

Disain yang menarik

Foto: Which swimming pool design do you like?

Life cycle banget

Foto: Thats How You Use A Tree As A Column In A Building!

Meet Wonderful Engineering
Foto: Thoughtful Construction

Jumat, 12 April 2013

Kowad dan Polwan Yang Cantik

Iini gan foto kowad dan polwan kita yang cantik. Sekedar rileks aja, biar ngak jenuh dengan kegiatan kita yang mungkin membuat penat. So lihat deh






Gambar Menarik Bulan April Part 2

Sangat membatu orang yang berkebutuhan khusus gan. Dulu tahun 2011 di Yogyakarta saya juga liha yang mirip seperti gambar gan. Bikinan lokal tentunya, saya uber eh ngak dapet-dapet maksudnya mau saya foto biar menjadi inspirasi agan agan. eh karena jalannya agak padat dan rute yang tidak sama gagallah mau fotonya hehehehe

Foto

Jangan buang botol plastik bekas agan, karena bisa dibuat seperti ini

Foto: How to close a bag using a bottle cap! Creative!

We Love Wonderful Engineering

Praktis

Foto: Awesome In House Slide!