Pages

Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juli 2014

Breake System (Rem Angin/udara Bagian 2)

4. Relay Valve

Relay valve di kendalikan oleh udara bertekanan dari brake valve, relay valve membuka dan menutup aliran udara bertekanan dari tangki ke tabung rem (brake chember). Untuk mengaktifkan dan membatalkan rem dengan cepat.
Kontruksi relay valve seperti pada gambar di bawah. Rem depan dan belakang memiliki relay valve tersendiri.

5. Brake Chamber

brake chamber dan slack adjusters
Brake chamber berfungsi unuk merubah tekanan udaara menjadi gerakan mekanis dan melalui sebuah push rod mengerakan tuas slack adjuster. Walaupun brake chamber depan dan belakang kontruksinya sama namun pada brake chamber belakang biasanya di lengkapi dengan spring brake.
Saat udara bertekanan di alirkan ke dalam brake chamber , diafragma dan push rod tertekan dengan kekuatan sesuai gaya tekan pada diafragma, mengerakan sebuah cam rem melalui tuas pada slack adjuster.

Ketika pedal rem di lepas, push rod dan diafragma di tekan balik oleh sebuah pegas pembalik, mengembalikan posisi cam dan membantu pembuangan udara. Slack adjuster kontruksinya seperti pada gambar di bawah. Dengan memutar adjuster screw, worm gear dan camshaft akan berputar dan akan mengatur celah kanvas dengan tromol. Pada ujung adjusting screw di pasang sistem pengunci posisi yang terdiri dari spring dan ball.

Spring brake chamber
Walaupun umumnya di pasang pada roda bagian belakang dan normalnya di gunakan sebagai rem utama, di dalamnya di pasang spring brake yang dapat membantu pengereman pada saat darurat atau parkir.
Seccara struktural brake chamber terbagi 2 bagian: Bagian rem utama (service brake) dan bagian spring brake chamber seperti pada gambar .
Bagian rem utama bekerja sebagai brake chamber biasa. Bagian spring brake, pegas di tekan terus menerus pada posisi tertekan oleh udara yg bertekanan dari lubang tabung spring brake (B) ketika udara pada spring brake chamber di buang, piston terdorong oleh gaya pegas sleeve bergerak menekan push rod utama untuk mengaktifkan rem
Utuk menekan penuh spring brake di perlukan tekanan 490 kPa (5,0 kgf/cm2).

Jumat, 20 Juni 2014

Breake System (Rem Angin/udara Bagian 1)

Full air brake atau sering di sebut system rem (FAB) adalah rem angin yang memanfaatkan tekanan udara untuk menekan sepatu rem. Di sini pedal rem berperan hanya membuka dan menutup katup rem (Brake valve). dan mengatur aliran udara bertekanan yang keluar dari tangki Udara (Air Tank).

Keuntungan system Full Air Brake Di banding yang lain :
1. Daya pengendalian yang ringan.
2. Dapat di peroleh daya pengereman yg besar.
3. Dalam perbaikan lebih sederhana.
4. Tidak akan terjadi kebocoran pelumas di skitar tromol
5. Ramah lingkungan. Dll.

Di gunakan :
Karna daya pengereman lbih besar di bnding dengan system yang lainya semisal AOB.(Air Over Brake). Maka system ini di gunakan di kendaraan-kendaraan berat khususnya pada kendaraan gandeng, agar beban yang berat mampu di imbangi dengan system rem yang kemampuanya lebih berat juga.


Komponen-komponen :
Sitem ini memiliki beberapa komponen untuk mendukung kerja dari suatu komponen lainya.

Air tank
Air kompresor
Brake Valve
Relay valve
Brake cember
Cam shaft
Air dryer
Fressur Regulator
Fungsi komponen :

1. Air Tank


Berfungsi untuk menampung udara sementara yang di suplay dari kompresor udara yg sebelumnya udara tersebut sudah di saring terlebih dahulu oleh filter udara dan Air Dryer agar udara yg masuk kedalam tangki bener bener bersihh tidak terdapat kotoran atau air yang masuk ke system saluran!!
Dan demi keamanan pun savety di terapkan dalam system rem FAB ini bahwa tekanan di dlm tangkipun slalu harus sesuai yaitu :
740 -840 kPa (7,5 – 8,5 kgf/cm2). apabila tekanan melebihi batas yang di tentukan maka urada di dalam Air Tank akan di buang ke atmosfer agar udara di dalam tank tetep stabil.

Selain itu juga tangki di lengkapi dengan ckeck valve yaitu suatu komponen di Air Tank yang berfungsi untuk menjaga saluran udara balik ke kompresor di saat mesin mati maka check valve menutup saluran air thank yg ke kompresor,

2. Air Kompresor

Kendaraan menggunakan udara bertekanan dalam sistem rem dan peralatan tambahan lainya . Dan udara tersebut di hasilkan oleh kompresor udara yang kemudian di salurkan dulu ke Air Dryer untuk di saring dimana Uap lembab dalam udara di bersihkan dan setelah melalui proses penyaringan selanjutnya di kirim ke tangki udara.
Karna kompresor udara kerjanya sangat extra tergantung putaran engine,,, maka kmpresor udarapun dilengkapi dengan sistem pelumasan dan pendinginan yang maksimal agar kompresor udara tetap bekerja dengan normal.

Engine Brake 1

Dalam berkendara roda empat terkadang kita sering melakukan pengereman dengan memanfaatkan kekuatan mesin atau disebut dengan engine braking, dengan dalih untuk menghemat kanvas rem.

Namun, apakah akibat pada mesin bila pengendara sering melakukan engine braking dan bagaimana dengan kabar borosnya bahan bakar jika sering melakukan engine braking .

Untuk diketahui, dalam pengoperasian engine braking tidak boleh sembarangan.

Oleh karena itu perlu dipahami cara-cara yang benar agar pengereman menggunakan engine braking berlangsung dengan sempurna dan tidak merusak mesin kendaraan serta menghemat bahan bakar.

"Untuk penggunaan engine braking sebenarnya dalam jangka waktu lama tidak akan merusak mesin, dan bila tahu caranya maka akan menghemat BBM,"

Menurutnya, penggunaan engine braking tidak masalah asal diimbangi cara yang baik dan dengan teknik serta didukung perawatan yang berkala.

Manfaat engine braking juga sangat berguna bagi pengendalian saat kendaraan mengalami slip, karena mobil menjadi lebih gampang dikendalikan. Hasilnya, gerak kendaraan yang melambat tentu lebih mudah dikontrol atau dikendalikan melalui lingkar kemudi.

Misalnya pada mobil bertransmisi manual. Bila tuas transmisi sedang berada pada posisi gear lima janganlah langsung memindahkannya ke posisi gear tiga.

Rabu, 09 Oktober 2013

Kenali Filter Udara dan Cara Merawatnya

Saringan udara (filter) pada sepeda motor menjadi bagian penting dari mesin pembakaran biasa. Ketika udara yang disaring tidak sepenuhnya bersih, akibatnya bisa fatal, mengotori proses pembakaran. Lebih parah menggores dinding silinder serta piston, akibatnya membuat performa menurun.



Makanya, saat melakukan servis berkala, komponen tersebut harus dibersihkan. Bahkan, setiap menempuh 15.000-20.000 km harus diganti. "Tapi kalau tinggal di daerah yang banyak debu, pabrik, atau proyek tentu lebih cepat kotor dan sering diganti. Harganya murah, antara Rp 30-80 ribu. Kalau yang lebih mahal banyak juga, bisa di atas Rp 100 ribu,"

Nah, untuk sepeda motor, ada tiga jenis filter. Cara merawatnya juga berbeda. Berikut jenis dan tipsnya:

1. Tipe konvensional, berbahan busa. Biasanya terdapat pada sepeda motor dengan tahun pembuatan lama, sebelum 2005. Membersihkannya cukup dengan menyiram atau merendamnya dengan campuran air dan sabun. Setelah itu dikeringkan dan disemprot udara bertekanan tinggi. Untuk lebih maksimal lagi, lapisi dengan oli dan diratakan untuk menangkap kotoran. Jika busanya sudah mengeras, atau pori-porinya mulai tampak tidak rapat, tandanya perlu diganti.

Mazda Produksi kembali Mesin Rotari pada 2015



Para penggemar mesin rotary atau Wankel bisa kembali bergembira. Pasalnya, satu-satunya produsen yang memproduksi mesin tersebut, Mazda, yang menghadirkan kembali mesin tersebut dua ahun mendatang yang akan dipakai untuk model terbaru.


Sumber tenaga yang hanya ditemui pada model RX ini, menggunakan kode 16X. Selain menghasilkan tenaga dan torsi besar, konsumsi bahan bakar mesin nanti makin irit. Hasil selanjutnya, emisinya juga lebih bersih.Selama ini, kedua faktor tersebut yang menyebabkan mesin rotari harus dihentikan produksinya.

Merawat Mesin Diesel



Pengguna mobil bermesin diesel canggih di Indonesia - terutama di luar kota besar - saat ini menghadapi dilema, kualitas bahan bakar yang tidak tidak memenuhi standar .Untuk mencari solar super yang dianjurkan, susahnya setengah mati. Padahal, mesin diesel sekarang lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan bensin.

”Jangankan solar super, yang biasa saja kualitasnya berbeda dengan yang dikirim ke kota-kota besar. Pemilik mobil bermesin diesel sekarang, teknologi common rail, harus memberikan perhatian khusus untuk perawatan mesin,"

Dampak yang akan terasa jika mesin diesel canggih terus-menerus dicekoki solar buruk, performa akan berkurang. Bisa tersendat-sendat ketika di gas atau mengeluarkan kepulan asap hitam. Kondisi seperti itu, menandakan injektor terseumbat karena endapan sulfur.

”Paling bahaya, injektor mampet. Asap hitam dan tenaga mesin payah, semakin kentara. Kalau injektor sudah mampet, kemungkinan besar harus diganti. Biayanya sangat mahal. Misalnya, satu injektor Pajero Sport, Rp 2,8 juta. Kalau keempatnya rusak, tinggal hitung biayanya,”

Selasa, 01 Oktober 2013

Pernahkah Seperti Ini, Tenaga Mesin ”Drop” Saat AC Menyala





Iklim di Indonesia yang panas membuat penggunaan AC mobil termasuk menjadi prioritas. Karena seringnya dipakai, keluhan paling sering biasanya tidak dingin, bau, atau menggangu perfoma mobil.Nah,  yang terakhir ini berhubungan dengan mesin.

Orang banyak mengeluhkan tarikan jadi berat kala AC bekerja. "Pada prinsipnya, kompresor AC memang membebani mobil. Kalau berat tarikannya masih wajar, seharusnya tidak ada masalah,"

Namun, menurutnya, yang perlu dikhawatirkan ketika kompresor AC mulai bekerja, tenaga mesin langsung drop, atau bahkan seakan-akan mesin hendak mati ketika sedang berhenti. Saat melaju di kecepatan rendah, kita ingin menginjak pedal gas lebih dalam.

Kalau gejalanya seperti di atas, cek kemungkinan-kemungkinan ini:
1. Untuk mobil belum sistem injeksi, bisa karena penyetelan rpm pada kondisi idle tidak tepat. Penyetalan berguna menyesuaikan beban dan putaran mesin. Idealnya, pada saat diam dan AC belum dihidupkan, jarum menunjukkan 800 rpm. Bila AC menyala, seharusnya jarum berada di 900-1.000 rpm. Kurang dari itu, cenderung mesin akan mati.

"Kalau untuk mobil injeksi, biasanya sudah diatur komputer. Tapi, maasih ada juga yang butuh penyetelan,"

Jumat, 16 Agustus 2013

Kenali Gejala AC Mobil Bermasalah



Jika Anda merasa ada yang tidak biasa pada kinerja AC mobil, kecurigaan pertama patut ditujukan kepada kompresor AC. Gejala-gejala ringan seperti bunyi tak wajar, hembusan udara panas di rpm rendah dan kurang dingin bisa jadi indikasi awal rusaknya kompresor. Yuk, kenali ciri-ciri kompresor AC yang bermasalah!


Gejala AC Mobil Bermasalah

1. Bunyi
Ciri-cirinya: Pada saat tombol AC diubah ke posisi “1-2-3″ (tanda AC mulai bekerja), terdengar suara agak kasar, atau bisa diartikan sebagai suara ngorok mirip gesekan. Begitu tombol digeser lagi ke posisi “OFF”, suara di balik kap kembali normal. Penyebab suara kasar/ ngorok bisa karena oli kompresor kurang/ habis, piston aus, trush bearing longgar, hingga AS kurang presisi.

Rabu, 31 Juli 2013

Mobil Mobil Tercepat Di Dunia

Perbandingan mobil tercepat di dunia adalah sulit karena tidak ada metode standar dalam merekam kecepatan ini. Tapi Bugati Veyron Super Sport adalah mobil tercepat tercatat oleh Guinness book of world records tetapi tidak menutup kemungkinan mobil lain lebih cepat didukung dengan beberapa faktor.

Metodologi pengujian kecepatan sangat beragam berarti bahwa, bahkan antara mobil dengan jenis yang sama, waktu akselerasinya bervariasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan ini meliputi: driver / pengendara, payload, kondisi permukaan trek, cuaca / suhu udara dan teknik peluncuran.

Banyak elemen mengubah seberapa cepat mobil dapat mempercepat sampai 60 mph, seperti ban, gravitasi, berat driver, peralatan yang digunakan untuk pengujian, semuanya memainkan peran besar dalam waktu tersebut. Inilah daftar mobil-mobil tercepat di Dunia, mobil ini mencakup jenis street-legal, artinya dapat dikendarai di jalanan umum.

Bugatti Veyron


Image Wikimedia Commons / creative commons
Veyron versi Super Sport adalah mobil tercepat (street-legal) di dunia, dengan kecepatan puncak 431,072 km / jam (267,856 mph). Versi asli memiliki kecepatan tertinggi 408,47 km / jam (253,81 mph). Pada tanggal 6 April 2013 Bugatti memiliki catatan untuk kecepatan tertinggi dari setiap roadster di dunia dengan Veyron Grand Sport Vitesse, mencapai rata-rata kecepatan tertinggi 408,84 km / jam (254,04 mph).

Hennessey Venom GT


Image Wikimedia Commons / creative commons
Hennessey Venom GT adalah mobil sport yang diproduksi oleh Hennessey Performance Engineering. Pada tanggal 3 April 2013, Hennessey Venom GT telah mencapai kecepatan 265,7 mil per jam selama 2 kilometer selama pengujian di Amerika Serikat.

Lamborghini


Image Wikimedia Commons / creative commons
Lamborghini Aventador LP 700-4 Roadster 2013, dilengkapi dengan internal sama dengan versi coupe, Lamborghini bisa mencapai kecepatan sekitar 100 km / jam (62 mph) dalam 2,9 detik dan kecepatan tertinggi yang setara coupe, pada 349 km / h (217 mph).

Senin, 22 Juli 2013

Konsep Mobil Simbiosis, Mercedes-Benz Biome

Konsep Mobil Simbiosis, Mercedes-Benz Biome

Sebuah konsep mobil simbiosis (Mercedes-Benz Biome) yang terbuat dari bahan ultra-ringan yang disebut Fibre Bio dan mempunyai berat sekitar 394 kg. kendaraan ini secara signifikan lebih ringan dari logam atau plastik, namun lebih kuat dari baja. Ini pertama kali diperkenalkan pada 2010 di Los Angeles Design Challenge, ketika sekelompok desainer dari Mercedes-Benz Advanced Design Studios di Carlsbad, California, mengejutkan semua orang dengan visi revolusioner.

Alam dan lingkungan adalah inspirasi di balik desain mobil ini. Oleh karena itu, Konsep Mercedes-Benz Biome ini tumbuh dalam lingkungan yang benar-benar organik seperti layaknya benih ditabur untuk pembibitan. Keluar di jalan mobil memancarkan oksigen murni, dan pada akhir masa pakainya dapat dikomposkan atau hanya digunakan sebagai bahan bangunan. Inilah yang Hubert Lee (Kepala Mercedes-Benz Advanced Design Studios) katakan tentang mobil:

“Sebagai penemu, kami ingin menggambarkan visi kendaraan yang sempurna dari masa depan, yang diciptakan seperti sebuah fungsi simbiosis pada alam. Mercedes-Benz Biome Concept adalah teknologi hybrid alami, dan merupakan bagian dari ekosistem bumi kita. Mobil Ini tumbuh dan berkembang seperti dedaunan di pohon.”

Jumat, 28 Juni 2013

Mercedes akan Gunakan Teknologi "Car to X"


Mercedes-Benz menjadi produsen mobil pertama di dunia menawarkan teknologi komunikasi "Car to X" untuk seluruh konsumennya di seluruh dunia pada tahun ini. Teknologi ini memberikan peringatan kepada pengemudi kemungkinan bahaya atau kecelakaan yang akan terjadi untuk dihindari.

Sistem bekerja melalui aplikasi ponsel pintar Digital DriveStyle yang mengirim dan menerima data, kemudian ditampilkan pada layar infotaiment di dasbor. Sistem ini juga bisa menangkap gelombang yang memberi peringatan cuaca buruk. Menurut Mercedes-Benz, teknologi ini dilengkapi dengan berbagai sensor untuk mengirim dan menerima pesan kondisi jalan.

Cara kerja, ketika mobil mendekati satu rintangan, misalnya gangguan cuaca buruk atau kecelakaan, sistem akan menerima peringatan dari kendaraan lain yang melintasi dari depan. Peringatan disampaikan secara estafet! Notifikasi akan aktif secara manual dengan menekan tombol tertentu, tetapi sistem tidak bisa membantu pengemudi pada kondisi darurat atau harus "ngebut" dengan arah berlawanan.

"Dengan sistem komunikasi Car to X, kami menciptakan teknologi dasar ini untuk konsumen di masa depan.," jelas Thomas Weber, direksi Daimler AG, akhir pekan lalu.

reff :
oto.kompas.com (170613)

Beginilah Bentuk Busi Masa Depan


Dalam waktu dekat, bentuk elektroda busi yang menghasilkan percikan bunga api akan berubah. Federal Mogul (busi dengan merek Champion) telah memperlihatkan contoh busi masa depan yang diberi nama Advanced Corona Ignition System (ACIS) atau sistem pengapian korona. Menurut majalah Society Automotive Engineering (SAE), kemungkinkan busi ini akan diproduksi pada 2016 – 2018.

"Kami sedangkan melakukan diskusi teknik dengan 20 lebih perusahaan otomotif dan industri. Dites sampai 9 tahap sebelum melakukan rekayasa produksi,” kata Kristopher Mixel, Direktur Federal Mogul yang khusus menangani ACIS kepada majalah SAE.

Empat Titik
Tidak seperti busi konvensional yang membangkitkan nyala kecil di celah elektroda tengah, ACIS menghasilkan aliran ion dari empat (ujung) elektroda. Nyala yang dihasilkan dari keempat ujung digunakan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.
Dijelaskan, busi dengan 4-elektroda ini dikembangkan karena mesin-mesin sekarang harus dilengkapi dengan exhaust gas recirculation (EGR) untuk mengurangi emisi. Karena EGR tersebut, komposisi bahan bakar di ruang bakar jadi sedikit atau miskin. Akibat selanjutnya,untuk memicu pembakaran jadi sulit.

Koil Biasa
Salah satu cara agar pembakaran bisa berlangsung dengan optimal, intensitas pengapian ditingkatkan. “Karena bahan bakar semakin kurus, makin sulit disulut atau dinyalakan. Proses proses pembakaran jadi lama. Khususnya bila hanya menggunakan satu titik,” jelas Mixell.

“Kami menggunakan arus DC 12 volt dari sistem kelistrikan mobil. Lantas menaikkan ke tegangan DC sedang, sekitar 150 volt DC. Tegangan diteruskan ke amplifier (penguat) frekuensi tinggi yang menghasilkan tegangan sampai 70 kV pada 1MHz.

Konsumsi tenaga rata-rata ACIS pada setiap silinder dapat dikalibrasi sesuai dengan energi pengapian yang dibutuhkan. Sekarang dirancang , maksimal untuk mesin 8 silinder. Insinyur Federal Moguls juga mengantisipasi menggunakan koil dengan kontrol elektronik seperti sekarang ini.

Kemungkinan ditambahkan dengan kotak khusus untuk memasok tegangan yang dikontrol secara elektronik. “Kami tidak menggunakan material eksotik untuk komponen busi ini,” kata Mixell.


Senin, 24 Juni 2013

Pernahkah Seperti Ini, Tenaga Mesin ”Drop” Saat AC Menyala


Iklim di Indonesia yang panas membuat penggunaan AC mobil termasuk menjadi prioritas. Karena seringnya dipakai, keluhan paling sering biasanya tidak dingin, bau, atau menggangu perfoma mobil.Nah, yang terakhir ini berhubungan dengan mesin.

Kata Wahyu Dian, ahli AC pemilik gerai Awang AC di sentra otomotif Pasar Inpres Duren Sawit, Jakarta Timur, orang banyak mengeluhkan tarikan jadi berat kala AC bekerja. "Pada prinsipnya, kompresor AC memang membebani mobil. Kalau berat tarikannya masih wajar, seharusnya tidak ada masalah," tegasnya.

Namun, menurutnya, yang perlu dikhawatirkan ketika kompresor AC mulai bekerja, tenaga mesin langsung drop, atau bahkan seakan-akan mesin hendak mati ketika sedang berhenti. Saat melaju di kecepatan rendah, kita ingin menginjak pedal gas lebih dalam.

Hp Sebagai “Remote” Mobil


Smartphone atau hape cerdas telah menjadi bagian dari kehidupan manusia moderen. Fungsinya bukan hanya sebagai alat komunikasi dan hiburan, tetapi telah menjadi asisten pribadi banyak orang. Hape atau ponsel pintar difungsikan sebagai kunci, dompet dan mencari informasi lain dengan cepat.

Target hape cerdas berikutnya adalah mobil. Tugasnya, membantu atau memudah kerja pengemudi mengontrol kendaraan. Karena itu pula, perilaku orang bermobil nantinya ikut berubah. Maklum, hape bukan sekadar “remote key” mobil, juga untuk mengetajhui kondisi mobil, berbagai layanan dari produsennya.

Tahun Depan
General Motors (GM), merupakan salah satu produsen yang sangat gencar memanfaatkan hape pintar untuk meningkatkan layanan atau kemudahan pengguna produknya. Minggu lalu, produsen terbesar Amerika Serikat (AS) tersebut mengumumkan, tahun depan mulai menjual mobil yang bisa dikontrol melalui ponsel pintar.

Untuk ini, GM memanfaatkan aplikasi OnStar RemoteLink yang bisa digunakan pada iPhone, ponsel dengan sistem operasi Android dan BlackBerry. Dengan aplikasi tersebut, pintu mobil bisa dibuka atau ditutup melalui ponsel pintar (tidak repot lagi menggunakan kunci).

Ban Dunlop Berteknologi Karbon Fiber


”Ringan, kuat, tahan lama, tapi apakah Anda pernah melihatnya menggelinding?” Begitu teaser yang diberikan Dunlop kepada media jelang peluncuran ban berteknologi baru, dilapisi karbon fiber, dinamai Dunlop Sportmax Q3. Teaser itu lantas diikuti link video untuk menggugah penasaran.

Saat diperkenalkan kemarin (23/5), Dunlop membeberkan detail, bahwa karet bundar ini generasi penerus dari Sportmax Q2. ”Sportmax Q2 sudah mendapat pengakuan dari banyak pebalap dan media tentang keunggulannya. Kami memperbaikinya lagi melalui Sportmax Q3 yang akan menjadi standar baru ban sport dengan performa tinggi,” ujar Mike Manning, General Manager Marketing Dunlop.

Teknologi yang dibanggakan adalah Carbon Fiber Technology (CFT), serat karbon dipakai untuk memperkuat dinding ban. Diklaim, ban lebih kuat dan stabil, presisi, terutama untuk belok sambil rebah dengan kemiringan sangat kecil.

Ban ini juga hadir dengan Multy-Tread Technology di mana bagian tengah lebih keras, lebih tahan lama, tahan panas dan memberikan traksi lebih baik saat menikung. Ada juga yang disebut desain Intuitive Response Profile (IRP), membawa karakter kestabilan berbeda dengan lainnya. Saat ini, para media di AS sedang mengadakan uji coba di proving ground Huntsville, Alabama.
reff :
oto.kompas.com (240513)

Bebek Murah Perlu Berteknologi Injeksi

Sepeda motor bebek (cub) menjadi pilihan terakhir para produsen sepeda motor untuk ”diinjeksikan” seiring penjualan skutik dan model sport terus melejit. Meluncurnya Suzuki Shooter 115FI di Bandung (4/5) menandai era baru bebek entry level dengan teknologi injeksi bahan bakar, menjadi yang pertama di kelasnya.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menganggap, selain skutik dan sport, bebek juga harus diberi teknologi injeksi (khususnya bebek murah). Padahal, pasar bebek khususnya entry level sudah bergeser, bukan lagi di kota besar, tetapi di daerah-daerah penyangga yang kebanyakan penggunanya tidak terlalu peduli dan familiar terhadap mesin berteknologi injeksi.

Kendati demikian, Yohan Yahya, Marketing and Business Development Head SIS yakin bahwa pasar yang dituju tetap berkembang dan perlahan bisa menerima teknologi injeksi. ”Mungkin mereka tidak terlalu mengerti (teknologi) injeksi, tetapi akan merasakan manfaatnya. Kenapa bisa jauh lebih irit, lebih kencang, perlahan paham,” jelasnya. Ditambahkannya, target utama model ini, selain pengguna di daerah sub urban adalah pria dan wanita usia 30-40 tahun, pertama memiliki sepeda motor, status ekonomi sosial (SES) C-D dengan pengeluaran Rp 1-2 juta per bulan. Mereka adalah para pekerja keras dengan aktivitas tinggi setiap hari.

Selain alasan tersebut, SIS ingin semua produknya segera diubah menggunakan teknologi injeksi. Apalagi, pemerintah mewajibkan semua produsen sepeda motor mematuhi standar emisi gas buang Euro2 mulai 2014. Teknologi injeksi adalah salah satu caranya.

Kesiapan Bengkel
Karena segmen pasar Suzuki Shooter 115FI lebih besar di daerah, SIS mengklaim sudah melakukan persiapan. Apalagi, beberapa produk sudah banyak yang menggunakan teknologi injeksi seperti Suzuki Nex, Let’s, atau Inazuma.

Hariadi, Section Head Service R2 SIS mengatakan bahwa saat ini sudah 1.026 mekanik, 773 outlet, 336 bengkel resmi yang ”FI ready”. ”Kami melakukan pelatihan khusus untuk menangani Shooter, dan penyebarannya merata untuk mekanik di seluruh Indonesia,” katanya.


Renault-Nissan Terapkan "Common Module Family"




Renault memperkenalkan teknologi produksi modular "Common Module Family" bersama aliansinya Nissan Motor Company. Langkah ini menyelaraskan produksi antara kedua produsen untuk menekan biaya produksi dengan kendaraan serupa tetapi tidak sama.

Jean-Michel Billig, Executive vice president of Engineering and Quality Renult-Nissan mengatakan, teknologi ini memungkinkan kedua merek memangkas biaya rancang bangun dan proses produksi 30 sampai 40 persen. Juga, memanfaatkan 20-30 persen komponen yang sama sampai 2020.

"Target kami memangkas jumlah pemasok komponen secara global untuk mengembangkan produk secara internasional," jelas Jean yang dilansir Bloomberg, kemarin (19/6/2013). Semua produk Renault dan Nissan akan berbagi 50 persen komponen sampai 2020. Langkah ini dimulai dari pusat riset dan pengembangan di Prancis.

Komponen disediakan secara terintegrasi, terdiri dari bagian-bagian (komponen) kecil yang sebelumnya dibeli terpisah dan dimanfaatkan untuk model kompak dan besar. Jumlah mobil yang dibuat dengan cara ini mencapai 1,6 juta unit per tahun atau 14 model dari Renaut dan Nissan.

Pada 2015, teknologi ini mulai diaplikasi pada model-model subkompak dan mobil kota pada tahun berikutnya (2016). Model perdana yang memanfaatkan sistem produksi ini adalah Nissan Rogue, Qashqai dan X Trail yang ditargetkan meluncur tahun ini. Termasuk Renault Escape pada 2014, disusul Laguda dan Snenic.

Metode yang sama juga dijalankan di India untuk menciptakan mobil murah dan siap diluncurkan 2015. Proyek ini akan diikuti Nissan Micra dan Renault Clio.

Teknologi ommon Module Family merupakan jawaban dari MQB Volkswagen yang diterapkan untuk Golf dan Audi A3

reff :
oto.kompas.com (200613)

Senin, 03 Juni 2013

Saringan bahan bakar dan pemisah air (water separator) pada motor diesel

Apabila anda sebagai pengguna kendaraan bermotor diesel, ada baiknya untuk segera memeriksa kondisi saringan bahan bakar dan sistem pemisah air. Terutama apabila telah mencapai interval pemakaian setiap 15.000 km. Iklim tropis yang berlaku di Indonesia dengan tingkat kelembaban dan curah hujan yang tinggi akan menyebabkan bahan bakar solar mudah terkontaminasi oleh uap air.

Tangki timbun milik depot-depot Pertamina, tangki pendam yang ada di setiap SPBU, atau bahkan pada tangki bahan bakar kendaraan kita sekalipun memiliki kemungkinan terjadinya kondensasi uap air. Akibatnya bahan bakar solar yang digunakan untuk pembakaran menjadi bercampur air atau lumpur (sludge). Efeknya dapat kita perhatikan secara langsung seperti: Gas buang berwarna hitam pekat (kadar soot tinggi), suara motor diesel menjadi lebih berisik (knoking), tenaga berkurang, atau bahkan dapat menyumbat penyemprot (injector nozzle) dan sistem pompa bahan bakar tekanan tinggi (pompa injeksi/bosch pump)

Saringan bahan bakar terbuat dari kertas penyaring hydrophobic, yang dipasang sedemikian rupa semacam pola helix di dalam cartridge. Dengan tujuan untuk memperoleh luas penyaringan maksimum, sehingga interval penggantian dapat menjadi lebih lama. Tingkat penyaringan setiap jenis saringan bahan bakar berbeda-beda yang ditentukan oleh porositas (diameter lubang), berat dan jenis serat yang digunakan. Sebagai contoh untuk motor diesel yang menggunakan pompa tekanan tinggi distribusi (contoh: motor penggerak isuzu panther, toyota kijang diesel) ukuran porositas kertas penyaring 4s/d 5 m m, sedangkan untuk pompa tekanan tinggi jenis lainnya memiliki ukuran porositas yang berkisar antara 8 s/d 10 m m.

Untuk mengganti saringan bahan bakar lakukanlah sesuai langkah berikut :
- Siapkan peralatan yang diperlukan, seperti: alat pembuka saringan, kain lap kering dan bersih, obeng, kunci - ring untuk membuka baut pembuangan udara.
- Bukalah saringan bahan bakar
- Bersihkan permukaan dudukan saringan yang bersentuhan dengan “O” seal
- Olesi “O” seal pada saringan baru dengan solar.
- Pasang saringan baru, kencangkan dengan putaran tangan
- Kencangkan saringan 1/3 sampai 2/3 putaran dengan menggunakan alat pembuka saringan
- Kendorkan baut pembuangan udara yang biasanya terletak pada pompa bahan bakar tekanan tinggi
- Pompalah pompa manual hingga bahan bakar keluar dari baut pembuangan udara
- Kencangakan kembali baut pembuangan udara
- Pompalah lagi pompa manual untuk memeriksa kebocoran
- Hidupkan motor dan periksa kebocoran bahan bakar yang mungkin terjadi

Rabu, 24 April 2013

MODERN ENGINE TECHNOLOGY

Pembaruan Konstruksi Mesin
Tujuan utama pembaruan mesin untuk mendapatkan efisiensi thermis yang lebih baik sehingga pembakaran di dalam ruang bakar mesin makin mendekati sempurna.

Tuntutan-tuntutan yang hendak dicapai melalui pembaruan, sebagai berikut:
1. Tenaga lebih maksimal;
2. Pemakaian bahan bakar lebih hemat;
3. pengendalian lebih mudah;
4. Jangka waktu perawatan lebih lama;
5. Gas buang yang dihasilkan lebih rendah.

Efisiensi thermis pembakaran pada mesin sangat bergantung pada kriteria berikut ini:
1. Perbandingan campuran udara dan bahan bakar;
2. Proses pembakaran;
3. Konstruksi mesin.

Konstruksi mesin mempengaruhi kerja pembakaran dan otomatis mempengaruhi gas buang. Oleh karena itu, konstruksi mesin dirancang sedemikian rupa agar memenuhi tingkat kinerja optimal dan juga mempertimbangkan hasil emisi. Perubahan konstruksi mempengaruhi efisiensi thermis pembakaran, sekaligus meningkatkan kualitas gas buang.

Perbandingan Kompresi (Compression Ratio)
Perbandingan kompresi menentukan efisiensi thermis mesin. Dalam batas-batas tertentu, perbandingan tekanan kompresi yang tinggi meningkatkan kinerja pembakaran mesin sehingga secara otomatis pemakaian bahan bakar lebih hemat dan emisi gas buang menjadi lebih rendah. Namun, tekanan kompresi tinggi cenderung mengakibatkan masalah ngelitik-knocking dan menghasilkan emisi tinggi, yang disebabkan oleh kenaikan suhu dalam ruang bakar. Hal ini menyebabkan reaksi pembakaran lebih awal sehingga campuran bahan bakar dan udara terbakar dengan sendirinya sebelum busi mengeluarkan percikan api. Kecenderungan itu bisa diatasi dengan penggunaan bahan bakar yang mempunyai bilangan oktan tinggi dan bentuk ruang bakar yang lebih baik.

Jika tekanan kompresi tinggi, suhu pembakaran dan ruang bakar menjadi lebih tinggi. Akibatnya, pembakaran menghasilkan emisi NOx yang tinggi. Mesin bensin modern mempunyai perbandingan kompresi antara 1:9 hingga 1:11. Dengan perbandingan kompresi 1:9, pemakaian bensin premium (oktan rendah) masih dimungkinkan. Namun, jika perbandingan kompresi sudah melebihi angka tersebut, penggunakan bensin dengan bilangan oktan tinggi menjadi satu keharusan sehingga mesin detonasi (knocking) yang berlebihan dapat dihindarkan.

SISTEM PENGAPIAN dan EMISI

Proses Pembakaran
Kualitas dari poses pembakaran campuran udara bensin adalah sangat penting, meskipun nilai perbandingan campurannya sudah ideal (misalnya lambda = 1), akan tetapi waktu mulainya saat pembakaran, atau besarnya cetusan bunga api pada busi sangat mempengaruhi efisiensi thermis yang dihasilkan mesin sekaligus mempengaruhi emisi

Saat pengapian harus diatur secara tepat dan selalu berbeda dari setiap kondisi operasional mesin dan tergantung dari; suhu air pendingin, putaran dan beban mesin, jenis bahan bakar yang dipakai, detonasi serta kadar oksigen yang terkandung dalam gas buang dll.  Saat Pengapian yang tepat dapat menghasilkan tekanan pembakaran yang optimal, emisi/gas buang yang lebih bersih. Saat pengapian yang terlalu maju, menyebabkan knocking, suhu mesin terlalu tinggi, emisi yang jelek dan dapat menimbulkan kerusakan mesin. Saat pengapian terlambat, campuran udara bensin tidak terbakar dengan sempurna, daya mesin turun emisi CO dan HC sangat banyak

Sistem pengapian konvensional, pengontrolan saat pengapian hanya berdasarkan putaran dan beban mesin saja, sedangkan mesin-mesin yang menerapkan engine management memungkinkan mengontrol saat pengapian berdasarkan banyak parameter, dengan demikian akan diperoleh perbandingan campuran udara bensin yang ideal, tekanan pembakaran yang optimal, pemakaian bahan bakar yang lebih irit, serta emisi/gas buang yang berwawasan lingkungan.