Pages

Tampilkan postingan dengan label sepeda motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepeda motor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Sepeda Motor ”Oleng”, Cek Ini!

Apakah Anda pernah mengalami, saat di jalan lurus mendadak sepeda motor seperti oleng. Apalagi belok terasa berat seperti ada yang mengganjal sehingga harus sering mengoreksi arah. Lebih parah, setir mendikte belok ke arah tertentu?

Penyebabnya beragam, tapi paling tidak, kendaraan pernah jatuh. Atau, pengendara acap menghajar jalan berlubang. "Jalanan di kota besar tidak ramah terhadap pengendara sepeda motor. Setir oleng gara-gara kondisi jalan rusak gampang ditemui.

Mengalami kondisi seperi ini (oleng),  pemilik sepeda motor tidak bisa langsung memvonis pada satu bagian, misalnya komstir. Untuk mengeceknya harus dirunut satu-persatu. Berikut urutannya:

1. Coba cek ban. Terutama depan pernah ditambal dan tambalannya kurang baik. Atau bisa juga kualitas ban kurang bagus, di antaranya permukaan tidak rata, walau tak tampak kasat mata. Perhatikan juga tekanan angin yang disarankan.

2. Pelek. Ada bagian yang peang akibat menghantam benda keras dan harus diperbaiki. Jika pelek racing harus diganti.

3. Laher as roda. Termasuk salah satu yang sering menjadi "penyakit" oleng. Benturan terus-menerus laher menjadi aus dan membuat ban goyang.

4. Komstir. Sepeda motor pernah jatuh membuat laher di dalamnya kendor.

5. Cek baut-baut pengikat mesin ke rangka. Pastikan tidak ada yang kendor, sehingga peredaman getaran mesin diserap maksimal dan tidak menjalar ke bagian lain.

6. Sasis atau rangka. Kalau sudah ”kena” bagian ini, masalahnya cukup akut. Pengalaman jatuh dan terbentur membuat rangka bengkok. Solusinya, bawa ke bengkel untuk di pres.

7. Lengan ayun (untuk sepeda motor sport). Jika diganti dengan produk bukan standar atau lebih mahal, kemungkinan kendor cukup besar jika tidak dipasang dengan dudukan yang benar.

8. Kabel bodi. Setir berat karena terganjal kabel-kabel yang terikat pada leher. "Kalau beratnya pas belok kiri, mungkin ada kabel bodi yang tersangkut, apalagi sepeda motor lama yang sering bongkar sana-sini,"

9. Sokbreker. Daya redam sudah tidak maksimal akibat oli tidak pernah diganti. Penggantian dilakukan - paling tidak - setiap 12.000 km.

Senin, 24 Juni 2013

Bebek Murah Perlu Berteknologi Injeksi

Sepeda motor bebek (cub) menjadi pilihan terakhir para produsen sepeda motor untuk ”diinjeksikan” seiring penjualan skutik dan model sport terus melejit. Meluncurnya Suzuki Shooter 115FI di Bandung (4/5) menandai era baru bebek entry level dengan teknologi injeksi bahan bakar, menjadi yang pertama di kelasnya.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menganggap, selain skutik dan sport, bebek juga harus diberi teknologi injeksi (khususnya bebek murah). Padahal, pasar bebek khususnya entry level sudah bergeser, bukan lagi di kota besar, tetapi di daerah-daerah penyangga yang kebanyakan penggunanya tidak terlalu peduli dan familiar terhadap mesin berteknologi injeksi.

Kendati demikian, Yohan Yahya, Marketing and Business Development Head SIS yakin bahwa pasar yang dituju tetap berkembang dan perlahan bisa menerima teknologi injeksi. ”Mungkin mereka tidak terlalu mengerti (teknologi) injeksi, tetapi akan merasakan manfaatnya. Kenapa bisa jauh lebih irit, lebih kencang, perlahan paham,” jelasnya. Ditambahkannya, target utama model ini, selain pengguna di daerah sub urban adalah pria dan wanita usia 30-40 tahun, pertama memiliki sepeda motor, status ekonomi sosial (SES) C-D dengan pengeluaran Rp 1-2 juta per bulan. Mereka adalah para pekerja keras dengan aktivitas tinggi setiap hari.

Selain alasan tersebut, SIS ingin semua produknya segera diubah menggunakan teknologi injeksi. Apalagi, pemerintah mewajibkan semua produsen sepeda motor mematuhi standar emisi gas buang Euro2 mulai 2014. Teknologi injeksi adalah salah satu caranya.

Kesiapan Bengkel
Karena segmen pasar Suzuki Shooter 115FI lebih besar di daerah, SIS mengklaim sudah melakukan persiapan. Apalagi, beberapa produk sudah banyak yang menggunakan teknologi injeksi seperti Suzuki Nex, Let’s, atau Inazuma.

Hariadi, Section Head Service R2 SIS mengatakan bahwa saat ini sudah 1.026 mekanik, 773 outlet, 336 bengkel resmi yang ”FI ready”. ”Kami melakukan pelatihan khusus untuk menangani Shooter, dan penyebarannya merata untuk mekanik di seluruh Indonesia,” katanya.