Pages

Tampilkan postingan dengan label ABS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ABS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

Tanda-tanda ABS Bekerja dan Tidak Bekerja

Bila ABS bermasalah, lampu indikator merah atau oranye akan hidup di panel instrumen. Kalau ABS mengalami gangguan, tidak menimbulkan masalah terhadap kinerja mobil. Namun sangat disayangkan, harganya yang cukup mahal tidak berfungsi. Padahal, pada kondisi tersebut sangat membantu, khususnya bila tiba-tiba harus mengerem mendadak. Gangguan bisa akan merembet ke sistem keselamatan lain, yaitu ESP (kontrol stabilitas), anti-skid, pengaruh menjadi banyak. Karena itulah, bila bermasalah harus segera diperbaiki. 

Bekerja
Tanda-tanda ABS bekerja, versi lama, pedal rem bergetar saat ditekan. Namun sekarang, efek tesebut sudah berkurang.Karena getaran itu pula, di awal penggenalan ABS, banyak pengemudi yang tidak menyukainya. Padahal, agar ABS bekerja, pedal rem harus ditekan terus sampai mobil benar-benar berhenti.

Hal lain untuk mengetahui ABS bekerja, saat mobil direm mendadak pada kecepatan tinggi, setir masih bisa dikendalikan. Di samping itu, ban tidak meninggalkan jejak di permukaan aspal setelah direm. Jarak pengereman lebih pendek, ban tidak botak pada bagian tertentu (masih terus menggelinding dengan mulus).Hal juga memberi kenyamanan kepada penumpang. Bahkan umur pakai sokbreker!

Lihat videonya DISINI

sumber :
Otomotif.kompas.com/read/2013/04/04/7408

Sepeda Motor 125 cc ke Atas Wajib ABS


Sempat diwacanakan sejak tahun lalu, akhirnya anggota parlemen Uni Eropa memutuskan sistem pengereman Anti-Lock Braking System (ABS) jadi fitur standar untuk sepeda motor 125 cc ke atas. Artinya, aturan ini berlaku pada semua sepeda motor yang dipasarkan ke Eropa mulai 2016.

Keputusan ini diambil berdasarkan pemungutan suara di parlemen yang menghasilkan 643 suara mendukung penggunaan ABS, 16 menolak, dan 18 anggota tidak memilih atau abstain. Namun, pengesahan keputusan parlemen harus mendapat tanda tangan dari dewan menteri.

Penolakan hanya disampaikan dari perwakilan Inggris yang mempermasalahkan adanya tambahan biaya pada pabrikan sepeda motor untuk aplikasi sistem ABS. Apalagi, kewajiban itu memutuskan sepeda motor berkapasitas mesin kecil. ABS saat ini dijual terpisah dengan biaya 300-500 pound (Rp 4,6 juta-Rp 7,6 juta) sehingga bisa mendongkrak banderol sepeda motor sampai 25 persen.

Mandatori ABS ini dibahas di parlemen Uni Eropa untuk mengurangi korban kecelakaan di jalan. Bahkan sejumlah merek sepeda motor Eropa, di antaranya BMW, sudah mengaplikasikan teknologi ini. Tetapi, sebagian merek lain hanya menawarkan dalam bentuk fitur tambahan. 

reff :
tomotif.kompas.com/read/2012/11/23/5510


Jenis-Jenis Sensor Roda pada Rem ABS


Speed sensor ABS yang dipasang di roda ada dua macam: pasif dan aktif. Pasif dibuat dari magnet permanen dengan gulungan kabel tembaga. Sensor ini dipasang dekat cincin reluktor ABS di sumbu roda. Ketika cincin berputar, giginya menghasilkan tegangan induktif kecil pada gulungan kabel. Sinyal tegangan ini dipantau oleh komputer dan digunakan sebagai informasi. Ciri khas sensor ini, hanya menggunakan dua kabel, satu untuk sinyal satu lagi untuk massa (ground). 


Aktif, bentuknya seperti sensor tipe Hall, sama dengan yang digunakan untuk tachometer., dilengkapi dengan penguat tegangan. Tegangan listriknya berkisar volt, kini juga ada yang 12 volt.

Sensor dipasang dekat cincin reluktor ABS magnet yang punya banyak kutup (utara-selatan). Ciri khasnya, menggunakan tiga kawat: satu untuk positif (arus), satu sinyal dan satu lagi untuk massa (ground).

Llihat video disini

reff :
otomotif.kompas.com/read/2013/04/04/7407