4. Relay Valve
Relay valve di kendalikan oleh udara bertekanan dari brake valve, relay valve membuka dan menutup aliran udara bertekanan dari tangki ke tabung rem (brake chember). Untuk mengaktifkan dan membatalkan rem dengan cepat.
Kontruksi relay valve seperti pada gambar di bawah. Rem depan dan belakang memiliki relay valve tersendiri.
5. Brake Chamber
brake chamber dan slack adjusters
Brake chamber berfungsi unuk merubah tekanan udaara menjadi gerakan mekanis dan melalui sebuah push rod mengerakan tuas slack adjuster. Walaupun brake chamber depan dan belakang kontruksinya sama namun pada brake chamber belakang biasanya di lengkapi dengan spring brake.
Saat udara bertekanan di alirkan ke dalam brake chamber , diafragma dan push rod tertekan dengan kekuatan sesuai gaya tekan pada diafragma, mengerakan sebuah cam rem melalui tuas pada slack adjuster.
Ketika pedal rem di lepas, push rod dan diafragma di tekan balik oleh sebuah pegas pembalik, mengembalikan posisi cam dan membantu pembuangan udara. Slack adjuster kontruksinya seperti pada gambar di bawah. Dengan memutar adjuster screw, worm gear dan camshaft akan berputar dan akan mengatur celah kanvas dengan tromol. Pada ujung adjusting screw di pasang sistem pengunci posisi yang terdiri dari spring dan ball.
Spring brake chamber
Walaupun umumnya di pasang pada roda bagian belakang dan normalnya di gunakan sebagai rem utama, di dalamnya di pasang spring brake yang dapat membantu pengereman pada saat darurat atau parkir.
Seccara struktural brake chamber terbagi 2 bagian: Bagian rem utama (service brake) dan bagian spring brake chamber seperti pada gambar .
Bagian rem utama bekerja sebagai brake chamber biasa. Bagian spring brake, pegas di tekan terus menerus pada posisi tertekan oleh udara yg bertekanan dari lubang tabung spring brake (B) ketika udara pada spring brake chamber di buang, piston terdorong oleh gaya pegas sleeve bergerak menekan push rod utama untuk mengaktifkan rem
Utuk menekan penuh spring brake di perlukan tekanan 490 kPa (5,0 kgf/cm2).
Tampilkan postingan dengan label sistem pengereman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sistem pengereman. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Juli 2014
Jumat, 20 Juni 2014
Breake System (Rem Angin/udara Bagian 1)
Full air brake atau sering di sebut system rem (FAB) adalah rem angin yang memanfaatkan tekanan udara untuk menekan sepatu rem. Di sini pedal rem berperan hanya membuka dan menutup katup rem (Brake valve). dan mengatur aliran udara bertekanan yang keluar dari tangki Udara (Air Tank).
Keuntungan system Full Air Brake Di banding yang lain :
1. Daya pengendalian yang ringan.
2. Dapat di peroleh daya pengereman yg besar.
3. Dalam perbaikan lebih sederhana.
4. Tidak akan terjadi kebocoran pelumas di skitar tromol
5. Ramah lingkungan. Dll.
Di gunakan :
Karna daya pengereman lbih besar di bnding dengan system yang lainya semisal AOB.(Air Over Brake). Maka system ini di gunakan di kendaraan-kendaraan berat khususnya pada kendaraan gandeng, agar beban yang berat mampu di imbangi dengan system rem yang kemampuanya lebih berat juga.
Komponen-komponen :
Sitem ini memiliki beberapa komponen untuk mendukung kerja dari suatu komponen lainya.
Air tank
Air kompresor
Brake Valve
Relay valve
Brake cember
Cam shaft
Air dryer
Fressur Regulator
Fungsi komponen :
1. Air Tank
Berfungsi untuk menampung udara sementara yang di suplay dari kompresor udara yg sebelumnya udara tersebut sudah di saring terlebih dahulu oleh filter udara dan Air Dryer agar udara yg masuk kedalam tangki bener bener bersihh tidak terdapat kotoran atau air yang masuk ke system saluran!!
Dan demi keamanan pun savety di terapkan dalam system rem FAB ini bahwa tekanan di dlm tangkipun slalu harus sesuai yaitu :
740 -840 kPa (7,5 – 8,5 kgf/cm2). apabila tekanan melebihi batas yang di tentukan maka urada di dalam Air Tank akan di buang ke atmosfer agar udara di dalam tank tetep stabil.
Selain itu juga tangki di lengkapi dengan ckeck valve yaitu suatu komponen di Air Tank yang berfungsi untuk menjaga saluran udara balik ke kompresor di saat mesin mati maka check valve menutup saluran air thank yg ke kompresor,
2. Air Kompresor
Kendaraan menggunakan udara bertekanan dalam sistem rem dan peralatan tambahan lainya . Dan udara tersebut di hasilkan oleh kompresor udara yang kemudian di salurkan dulu ke Air Dryer untuk di saring dimana Uap lembab dalam udara di bersihkan dan setelah melalui proses penyaringan selanjutnya di kirim ke tangki udara.
Karna kompresor udara kerjanya sangat extra tergantung putaran engine,,, maka kmpresor udarapun dilengkapi dengan sistem pelumasan dan pendinginan yang maksimal agar kompresor udara tetap bekerja dengan normal.
Keuntungan system Full Air Brake Di banding yang lain :
1. Daya pengendalian yang ringan.
2. Dapat di peroleh daya pengereman yg besar.
3. Dalam perbaikan lebih sederhana.
4. Tidak akan terjadi kebocoran pelumas di skitar tromol
5. Ramah lingkungan. Dll.
Di gunakan :
Karna daya pengereman lbih besar di bnding dengan system yang lainya semisal AOB.(Air Over Brake). Maka system ini di gunakan di kendaraan-kendaraan berat khususnya pada kendaraan gandeng, agar beban yang berat mampu di imbangi dengan system rem yang kemampuanya lebih berat juga.
Komponen-komponen :
Sitem ini memiliki beberapa komponen untuk mendukung kerja dari suatu komponen lainya.
Air tank
Air kompresor
Brake Valve
Relay valve
Brake cember
Cam shaft
Air dryer
Fressur Regulator
Fungsi komponen :
1. Air Tank
Berfungsi untuk menampung udara sementara yang di suplay dari kompresor udara yg sebelumnya udara tersebut sudah di saring terlebih dahulu oleh filter udara dan Air Dryer agar udara yg masuk kedalam tangki bener bener bersihh tidak terdapat kotoran atau air yang masuk ke system saluran!!
Dan demi keamanan pun savety di terapkan dalam system rem FAB ini bahwa tekanan di dlm tangkipun slalu harus sesuai yaitu :
740 -840 kPa (7,5 – 8,5 kgf/cm2). apabila tekanan melebihi batas yang di tentukan maka urada di dalam Air Tank akan di buang ke atmosfer agar udara di dalam tank tetep stabil.
Selain itu juga tangki di lengkapi dengan ckeck valve yaitu suatu komponen di Air Tank yang berfungsi untuk menjaga saluran udara balik ke kompresor di saat mesin mati maka check valve menutup saluran air thank yg ke kompresor,
2. Air Kompresor
Kendaraan menggunakan udara bertekanan dalam sistem rem dan peralatan tambahan lainya . Dan udara tersebut di hasilkan oleh kompresor udara yang kemudian di salurkan dulu ke Air Dryer untuk di saring dimana Uap lembab dalam udara di bersihkan dan setelah melalui proses penyaringan selanjutnya di kirim ke tangki udara.
Karna kompresor udara kerjanya sangat extra tergantung putaran engine,,, maka kmpresor udarapun dilengkapi dengan sistem pelumasan dan pendinginan yang maksimal agar kompresor udara tetap bekerja dengan normal.
Engine Brake 2 (+ Exhaust brake )
Sistem pengereman utamanya ada 3 :
1. Konvensional (tromol maupun disk brake)
2. Engine brake (masukan perseniling ke gigi lebih rendah tapi jangan digas -- mengurangi kecepatan)
3. Exhaust brake (saluran buang dibatasi sehingga tekanan dalam piston meningkat dan menahan laju torak selanjutnya menahan akan menahan laju transmisi --> roda ---> saluran bahan bakar ditutup untuk beberapa silinder)
Rem yang digunakan kendaraan bermotor dapat digolongkan menjadi beberapa tipe tergantung pada penggunaannya.
Adapun fungsi dari sistem rem itu sendiri adalah :
1. Untuk mengurangi kecepatan sampai menghentikan kendaraan.
1. Konvensional (tromol maupun disk brake)
2. Engine brake (masukan perseniling ke gigi lebih rendah tapi jangan digas -- mengurangi kecepatan)
3. Exhaust brake (saluran buang dibatasi sehingga tekanan dalam piston meningkat dan menahan laju torak selanjutnya menahan akan menahan laju transmisi --> roda ---> saluran bahan bakar ditutup untuk beberapa silinder)
Rem yang digunakan kendaraan bermotor dapat digolongkan menjadi beberapa tipe tergantung pada penggunaannya.
1. Untuk mengurangi kecepatan sampai menghentikan kendaraan.
2. Mengontrol kecepatan selama berkendara.
3. Untuk menahan kendaraan pada saat parkir dan berhenti pada jalan yang menurun atau menanjak.
Engine brake adalah pada saat sebuah sistem motor bakar yang sedang bekerja pada putaran/rpm tertentu, secara tiba-tiba dihentikan supply bahan bakarnya. Sehingga yang masuk ke ruang bakar hanya udara saja. Karena pada ruang bakar mesin tidak terjadi ledakan proses pembakaran, maka gerakan piston menjadi proses kompresi udara yang menggunakan tenaga dari putaran poros. Jika mesin tersebut adalah sebuah truk diesel, maka pada saat engine brake berlangsung, tenaga dorong truk akibat kelembamannya dihambat oleh piston mesinnya yang tidak mengalami proses pembakaran. Sistem/istilah lain untuk engine brake klikdisini
Engine brake adalah pada saat sebuah sistem motor bakar yang sedang bekerja pada putaran/rpm tertentu, secara tiba-tiba dihentikan supply bahan bakarnya. Sehingga yang masuk ke ruang bakar hanya udara saja. Karena pada ruang bakar mesin tidak terjadi ledakan proses pembakaran, maka gerakan piston menjadi proses kompresi udara yang menggunakan tenaga dari putaran poros. Jika mesin tersebut adalah sebuah truk diesel, maka pada saat engine brake berlangsung, tenaga dorong truk akibat kelembamannya dihambat oleh piston mesinnya yang tidak mengalami proses pembakaran. Sistem/istilah lain untuk engine brake klikdisini
Rabu, 10 April 2013
Sensor Roda, Elemen Penting pada ABS
Setiap mobil yang dilengkapi dengan ABS, dipastikan punya sensor di roda (ada juga di gardan atau as roda). Namun paling penting tentu roda depan karena tugasnya sangat berat ketika mobil direm. Selain harus menerima beban ketika direm (apalagi mendadak), harus harus bisa diarahkan (dikendalikan) melalu setir.
Tugasnya sensor, memantau kecepatan mobil atau putaran roda. Informasi dari sensor diteruskan ke komputer yang mengatur kerja ABS. Selain, sensor, komponen penting ABS lain adalah pompa minyak rem atau servo yang terpisah dari slinder master.
Cara Kerja
ABS umumnya dirancang bekerja pada kecepatan di atas 50 - 60 km/jam. Sistem baru bekerja bila rem ditekan mendadak dan pedalnya ditekan terus. Tuntutan lain, pengemudi juga harus mengendalikan setir untuk menghindari obyek yang berada di depannya. ABS sangat membantu untuk menghindari tabrakan pada permukaan jalan licin atau basah.
Sebenarnya ABS adalah pengereman yang dilakukan dengan metode kocok. Pengereman dengan cara mengocok, hanya bisa dilakukan oleh pengemudi berpengalaman.
Dengan ABS, rem dikocok oleh pompa khusus (servo) yang dilengkapi motor listrik dan katup (tipe solenoid) yang mengatur aliran minyak rem. Kerja semua komponen diatur oleh komputer.
Saat pedal rem pedal ditekan habis, roda akan terkunci karena ditahan oleh kampas rem. Istilah umum “ngelock” atau “ngunci”. Kalau rem sudah mengunci, roda depan tidak bisa diarahkan, mobil meluncur atau “nyelonong” seperti orang main ski! Roda tidak berputar!
Nah, kalau rem digunakan saat mobil meluncur pada kecepatan 100 kpj dan roda langsung terkunci, sensor akan mengirimkan informasi ke komputer ABS. Karena kecepatan tersebut masih tinggi, komputer memerintahkan servo atau pompa untuk mengurangi tekanan minyak di sirkuit rem.
Jenis-Jenis Sensor Roda pada Rem ABS
Speed sensor ABS yang dipasang di roda ada dua macam: pasif dan aktif. Pasif dibuat dari magnet permanen dengan gulungan kabel tembaga. Sensor ini dipasang dekat cincin reluktor ABS di sumbu roda. Ketika cincin berputar, giginya menghasilkan tegangan induktif kecil pada gulungan kabel. Sinyal tegangan ini dipantau oleh komputer dan digunakan sebagai informasi. Ciri khas sensor ini, hanya menggunakan dua kabel, satu untuk sinyal satu lagi untuk massa (ground).
Aktif, bentuknya seperti sensor tipe Hall, sama dengan yang digunakan untuk tachometer., dilengkapi dengan penguat tegangan. Tegangan listriknya berkisar volt, kini juga ada yang 12 volt.
Sensor dipasang dekat cincin reluktor ABS magnet yang punya banyak kutup (utara-selatan). Ciri khasnya, menggunakan tiga kawat: satu untuk positif (arus), satu sinyal dan satu lagi untuk massa (ground).
Llihat video disini
reff :
otomotif.kompas.com/read/2013/04/04/7407
Langganan:
Postingan (Atom)



