Pages

Tampilkan postingan dengan label Detonasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Detonasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

Detonasi

Detonation(detonasi–dalam bahasa Indonesia tidak ada istilah detonasi–) adalah salah satu cabang ilmu dari pembakaran. Dalam pembakaran sendiri, klasifikasinnya banyak, bisa didasarkan pada bahan bakarnya (gas, padat, cair, hybrid), cara bercampurnya bahan bakar (premix, difusi), tingkat olakan dari apinya (laminar, turbulance), atau didasarkan pada kecepatan rambat pembakarannya (deflagrasi, detonasi), dan masih banyak klasifikasi pembakaran yang lain.

Dari paparan di atas dapat simpulkan bahwa detonasi adalah bagian dari ilmu tentang pembakaran yang dibedakan/didasarkan pada kecepatan rambat pembakaran itu. Batasanya apa? Apa yang membatasinya, sehingga disebut deflagrasi dan detonasi? Batasnnya adalah kecepatan suara (sonic speed) sesaat (local) dari media campuran bahan bakar dan oksidiser. Misal bahan bakarnya adalah gas LPG dan oksidisernya adalah udara, maka kecepatan suara tersebut didasarkan dari campuran LPG + udara.

Knocking = Detonasi, Benar Ngak Sih ?

Salah kaprah, itulah kata yang tepat untuk untuk yang menyebut knocking sebagai detonation (tidak ada terjemahan dalam bahasa Indonesia, kalo dipaksa di-indonesia-kan, tidak salah disebut detonasi sebagai kata pengganti detonation). Sehingga menjadi umum bahwa bunyi knocking dalam mesin di sebut sebagai detonasi ? semudah itukah? Jawabanya tidak. Bahkan saya tidak pernah menemui buku tentang Internal Combustion Engine yang menyebut knocking sebagai detonasi, dan juga saya tidak pernah mendengar seorangpun menyebut kata-2 detonasi dalam seminar ilmiah tentang Internal Combustion Engine di tingkat internasional sekalipun. Ternyata kata-2 detonasi untuk menyebut knocking, hanya dapat ditemui di internet, tukang service mobil.

Knocking
Knocking (atau juga sebut pinging atau pinking) adalah bunyi gemerutuk dalam ruang bakar, krn adanya getaran pressure dengan frekuensi tinggi (ini biasa juga disebut rumble of pressure). Kenapa ada rumble of pressure? Krn pembakaran dalam ruang bakar tidak relatif serempak (sebenarnya dalam kondisi tanpa knocking-pun pembakaran tidak pernah terjadi serempak, makanya saya menggunakan kata relatif). Pembakaran yang tidak serempat disebabkan oleh tidak meratanya distribusi temperatur dalam silinder.