Pages

Tampilkan postingan dengan label sensor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sensor. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 April 2014

Jangan Panik Ketika Lampu Check Engine Menyala


Mungkin pernah mengalami saat berkendara mendadak lampu indikatorcheck engine atau MIL (Malfunction Indicator Light) menyala. Usah panik! Pada beberapa kendaraan, hal ini sudah diantisipasi dengan mengalihkan mapping ECU ke safe mode.

"Biasanya kendaraan Eropa dan Amerika seperti itu. Ketika MIL menyala, langsung kendaraan tidak bisa dikebut,"

Paling penting rasakan perbedaannya ketika MIL menyala. Misalnya, ada gejala atau terus-terusan brebet, atau mesin pincang. Sebaiknya jangan dipaksa, segera panggil derek atau towing. Kalau memang masih dapat dijalankan dengan kondisi normal, ya tak masalah dijalankan. Karena kemungkinan bukan sensor yang vital

1). MIL tidak selalu menginformasikan kerusakan fatal pada mesin atau sistem elektronik lainnya. Bisa saja karena soket kendor, kemasukan air, kabel terputus, sensor rusak atau bahkan ECU mengalami sedikit kerusakan. Namun bisa juga disebabkan oleh parts lain tidak terpasang dengan benar. Seperti tutup bahan bakar dan boks saringan udara tidak tertutup rapat.

Sabtu, 02 Maret 2013

Mengenal Sensor Parkir Bagian 3

Barang Copotan
Suatu kesempatan, OTOMOTIF pernah menemukan copotan sensor mundur di gerai onderdil seken. Sayang, ternyata keberadaan komponen ini pun termasuk sulit dideteksi oleh para pemilik gerai. 

Seperti diakui M.Chotib, bos Fadlan Motor di Jl.Ki Hajar Dewantara, Ciputat, “Sensor mundur sih termasuk barang gelap. Jarang ada dan enggak ketahuan harganya. Kalaupun ada, belum tentu bagus kondisinya,” celoteh pria yang juga buka gerai di Ciledug, Tangsel ini.


Menurut Chotib, sensor parkir termasuk barang yang relatif baru. Sehingga masih sulit ditemui sekennya. Menunggu barang Singapura pun tidak pasti.

Sensor Parkir Depan
Sensor parkir atau kerap disebut corner sensor pada bumper depan banyak diaplikasi pada mobil-mobil mewah, karena sang majikan terlalu sayang dengan harta berjalannya itu. Jika ingin meniru dan memasangnya pada besutan harian Anda, silahkan ikuti beberapa tahapan berikut ini.

Instalasi sebenarnya tak berbeda dengan pemasangan sensor parkir di bumper belakang. Diawali dengan melubangi panel bumper sesuai jumlah sensor yang akan dipasang. Semakin banyak sensor, tingkat sensitivitasnya juga akan lebih baik.

Kemudian sambung kabel sensor ke ACC (+) kunci kontak. Hal ini menjadikan sensor akan terus aktif selama mobil digunakan. Kalau merasa risih dengan bunyi peringatannya, bisa memasang saklar tambahan, dengan memutus ditengah kabel yang menuju ACC tadi, lalu disambung pakai saklar ON/OFF model kaki 2. Kabel negatifnya dihubungkan ke bodi, tapi jika ingin menggunakan saklar model lampu warna merah, tambahkan satu kabel lagi ke ground. 

Harga sensor parkir ini, untuk depan maupun belakang, di pasaran tersedia paket 2 atau 4 sensor, dengan banderol sekitar Rp 350-650 ribu per set.


Modifikasi
Paling sip sensor mundur bisa sewarna bodi. Namun apa daya jika kebetulan dapat sensor berkelir hitam, atau ingin ganti warna bumper? Apakah pengaruh ke sensitifitas sensornya? 

Ternyata pengecatan atau menempel sticker pada permukaan sensor (probe) akan berpengaruh pada kinerjanya.

“Pasti terpengaruh. Ada di user manual, kok. Ketutup lumpur atau beku akibat tertutup salju juga bisa ngaco. Sensor jadi kurang sensitif,” papar Iwan Abdurahman, trainer PT Toyota Astra Motor. 

Nah, jangankan mengecat permukaan sensor, respon sensor mundur kala mobil kotor saja bisa berbeda dibanding ketika bodi mobil bersih. Rajin-rajin cuci mobil, deh!


Sampai disini aja. Jangan lupa like dan komentarnya ya. Terima kasih sudah berkunjung...

reff :
beritabuzz.blogspot

Selasa, 26 Februari 2013

Mengenal Sensor Parkir Bagian 2

Komponen Baru
Rada miris melihat ketesediaan komponen yang ada di bumper belakang ini. Ternyata tidak banyak pedagang onderdil yang menyediakan spare parts khusus untuk sensor mundur. Padahal secara logika, kalau ada sensor yang mundur tidak perlu ganti satu sistem dan tinggal menukar komponen yang rusak saja, bukan?

Ternyata tidak juga. “Kita memang tidak stok. Karena selain jarang permintaan, harganya juga mahal,” bilang Wiekiat, bos Arena Motor, pedagang onderdil Nissan di Duta Mas Fatmawati, Jaksel. 

Hal ini diamini Agung, pemilik Putra Agung Motor gerai spare parts Toyota di Pasar Palmerah, Jakbar. “Kita kebetulan ada, tapi harganya mahal banget,” tukasnya seraya menyebut contoh sebuah sensor mundur Toyota Kijang Innova yang punya price list Rp 1,390 juta. 

Tak heran kalau pedangang spare parts pun kadang menyarankan untuk melirik barang aftermarket. Teks box part baru.


Kamera & Indikator Parkir


Sebagai alternatif penggunaan sensor parkir, pemilik yang sudah meng-upgrade sistem audio mobilnya dengan head unit monitor, kerap menambahkan dengan fitur kamera pemantau alias kamera parkir. 

Instalasinya, menurut Ahong dari Prisma Autosound, hanya dengan menyambung kabel RCA kamera, ke input kamera yang sudah tersedia di belakang bodi head unit monitor yang dipakai. Kemudian untuk mendapatkan arus listrik, dihubungkan ke kabel strum bawaan kamera. 

Peletakkan kamera parkir di belakang, umumnya ditaruh di balik panel cover lampu nopol, agar tak mudah diisengi tangan jahil dan terlindung dari hujan. Sedangkan untuk memasang kamera parkir di moncong mobil, biasanya mesti menambah modul khusus yang dijual terpisah dengan kameranya.

Posisi penempatannya mesti melubangi gril, untuk dudukan kamera agar tak mudah bergerak. Kemudian hubungkan kabel RCA dari head unit ke modul, dan dari modul disambung ke kamera depan.

Mengaktifkannya tak perlu pakai saklar tambahan karena otomatis berfungsi selama 15 detik, tiap kali perpindahan gigi netral ke posisi berjalan (D), dan akan mati dengan sendirinya setelah 15 detik. 

Adapula indikator/kamera parkir yang menyatu pada spion dalam. Memasangnya, kabel kamera atau indikatornya dihubungkan ke spion TV, kemudian kabel + disambung ke kabel + lampu mundur.

Tampilannya akan terlihat seperti monitor video mungil di dalam kaca spion, atau berupa grafik atau gambar dengan bunyi ‘bip’ sebagai indikator peringatan jarak dengan obyek di belakang mobil.

Lanjut ke bagian 3 ya ..........

Minggu, 24 Februari 2013

Mengenal Sensor Parkir Bagian 1

Siapa sih sensor parkir itu?


Seorang sohib punya cerita menarik. Kala parkir di tepi pantai, doi sibuk melongok spion kanan. Eh, sekonyong-konyong terjadi benturan keras. Pas lihat spion tengah, alamak! Sebuah pohon kelapa malah ‘akrab’ dengan bagian tengah pintu belakang. “Kok sensor parkirnya enggak bunyi, ya?” bingungnya. Kejadian deh, selain mereparasi pintu belakang, ia juga harus mengganti sensornya. 

Sensor parkir memang dipasang buat memberi peringatan akan hadirnya benda penghalang di belakang mobil. Apakah mendadak sensor ini bisa rusak? Atau, apakah ada kondisi tertentu yang membuatnya bungkam? Lantas bagaimana solusinya kalau rusak? Anda juga pasti penasaran bukan?

Nah, kali ini dibahas tuntas mengenai sensor parkir yang kebanyakan sudah menjadi peranti orisinal bawaan mobil. Mulai dari ketersediaannya di pasaran onderdil, fakta sebenarnya dari sensitivitas, perilakunya kalau terkena efek modifikasi sampai kemungkinan penggantian sistemnya kalau rusak. Temukan semua jawabnya di bawah ini.

Sensivitas
Sensitivitas sistem sensor parkir merupakan hal terpenting, karena berhubungan dengan keamanan bodi mobil itu sendiri ketika sedang diparkir. Jangan sampai indikator pengingat baru aktif, sesaat setelah bokong mobil membentur sesuatu di belakangnya.

Sensor ini mendeteksi benda mulai jarak 1,5 meter. “Misalnya pada Innova, buzzer akan berbunyi dengan jeda 225 milidetik. Pada jarak 1 meter berbunyi lebih cepat dengan jeda 75 milidetik dan pada jarak 0,5 meter akan bunyi tanpa putus,” ujar Iwan Abdurahman, trainer PT Toyota Astra Motor. 

Nah, biasanya ada kecepatan maksimum agar sensor bekerja. “Buat sensor mundur memang tidak ada data pasti. Namun corner sensor aktif di bawah 10 km/jam. Secara logika, mirip,” tambahnya.