Pages

Rabu, 10 April 2013

Gambar Menarik Bulan April Part 1

Aya aya wae

Foto: Special silencer ACS M109 Federal Republic of Germany.

Wind turbin

Foto: Pictures Wind - Turbine installation in the sea wind farms

Thats Wonderful Engineering

Menarik gan

Foto: Creative

Tanda-tanda ABS Bekerja dan Tidak Bekerja

Bila ABS bermasalah, lampu indikator merah atau oranye akan hidup di panel instrumen. Kalau ABS mengalami gangguan, tidak menimbulkan masalah terhadap kinerja mobil. Namun sangat disayangkan, harganya yang cukup mahal tidak berfungsi. Padahal, pada kondisi tersebut sangat membantu, khususnya bila tiba-tiba harus mengerem mendadak. Gangguan bisa akan merembet ke sistem keselamatan lain, yaitu ESP (kontrol stabilitas), anti-skid, pengaruh menjadi banyak. Karena itulah, bila bermasalah harus segera diperbaiki. 

Bekerja
Tanda-tanda ABS bekerja, versi lama, pedal rem bergetar saat ditekan. Namun sekarang, efek tesebut sudah berkurang.Karena getaran itu pula, di awal penggenalan ABS, banyak pengemudi yang tidak menyukainya. Padahal, agar ABS bekerja, pedal rem harus ditekan terus sampai mobil benar-benar berhenti.

Hal lain untuk mengetahui ABS bekerja, saat mobil direm mendadak pada kecepatan tinggi, setir masih bisa dikendalikan. Di samping itu, ban tidak meninggalkan jejak di permukaan aspal setelah direm. Jarak pengereman lebih pendek, ban tidak botak pada bagian tertentu (masih terus menggelinding dengan mulus).Hal juga memberi kenyamanan kepada penumpang. Bahkan umur pakai sokbreker!

Lihat videonya DISINI

sumber :
Otomotif.kompas.com/read/2013/04/04/7408

Mazda Produksi Kembali Mesin Rotari pada 2018


Mazda mengumumkan untuk memproduksi kembali mesin rotari dalam 5 tahun mendatang. Sebelumnya mesin ini dihentikan produksi karena tidak bisa memenenuhi standar emisi yang semakin ketat.

"Ini tantangan terbesar. Kami membuktikan rotari terbaru memenuhi regulasi dan menjadi andalan," ujar Takashi Yamanouchi, Presiden dan CEO Mazda Motor Corporation. Nantinya mesin rotari ini akan disertakan dengan konsep teknologi Skyactiv yang dikembangkan sendiri oleh Mazda.

Pada,langkah awal, mesin rotari baru yang akan dikenalkan tidak dilengkapi dengan turbo!

Sepeda Motor 125 cc ke Atas Wajib ABS


Sempat diwacanakan sejak tahun lalu, akhirnya anggota parlemen Uni Eropa memutuskan sistem pengereman Anti-Lock Braking System (ABS) jadi fitur standar untuk sepeda motor 125 cc ke atas. Artinya, aturan ini berlaku pada semua sepeda motor yang dipasarkan ke Eropa mulai 2016.

Keputusan ini diambil berdasarkan pemungutan suara di parlemen yang menghasilkan 643 suara mendukung penggunaan ABS, 16 menolak, dan 18 anggota tidak memilih atau abstain. Namun, pengesahan keputusan parlemen harus mendapat tanda tangan dari dewan menteri.

Penolakan hanya disampaikan dari perwakilan Inggris yang mempermasalahkan adanya tambahan biaya pada pabrikan sepeda motor untuk aplikasi sistem ABS. Apalagi, kewajiban itu memutuskan sepeda motor berkapasitas mesin kecil. ABS saat ini dijual terpisah dengan biaya 300-500 pound (Rp 4,6 juta-Rp 7,6 juta) sehingga bisa mendongkrak banderol sepeda motor sampai 25 persen.

Mandatori ABS ini dibahas di parlemen Uni Eropa untuk mengurangi korban kecelakaan di jalan. Bahkan sejumlah merek sepeda motor Eropa, di antaranya BMW, sudah mengaplikasikan teknologi ini. Tetapi, sebagian merek lain hanya menawarkan dalam bentuk fitur tambahan. 

reff :
tomotif.kompas.com/read/2012/11/23/5510


Sensor Roda, Elemen Penting pada ABS


Setiap mobil yang dilengkapi dengan ABS, dipastikan punya sensor di roda (ada juga di gardan atau as roda). Namun paling penting tentu roda depan karena tugasnya sangat berat ketika mobil direm. Selain harus menerima beban ketika direm (apalagi mendadak), harus harus bisa diarahkan (dikendalikan) melalu setir.

Tugasnya sensor, memantau kecepatan mobil atau putaran roda. Informasi dari sensor diteruskan ke komputer yang mengatur kerja ABS. Selain, sensor, komponen penting ABS lain adalah pompa minyak rem atau servo yang terpisah dari slinder master. 

Cara Kerja
ABS umumnya dirancang bekerja pada kecepatan di atas 50 - 60 km/jam. Sistem baru bekerja bila rem ditekan mendadak dan pedalnya ditekan terus. Tuntutan lain, pengemudi juga harus mengendalikan setir untuk menghindari obyek yang berada di depannya. ABS sangat membantu untuk menghindari tabrakan pada permukaan jalan licin atau basah.


Sebenarnya ABS adalah pengereman yang dilakukan dengan metode kocok. Pengereman dengan cara mengocok, hanya bisa dilakukan oleh pengemudi berpengalaman. 

Dengan ABS, rem dikocok oleh pompa khusus (servo) yang dilengkapi motor listrik dan katup (tipe solenoid) yang mengatur aliran minyak rem. Kerja semua komponen diatur oleh komputer. 


Saat pedal rem pedal ditekan habis, roda akan terkunci karena ditahan oleh kampas rem. Istilah umum “ngelock” atau “ngunci”. Kalau rem sudah mengunci, roda depan tidak bisa diarahkan, mobil meluncur atau “nyelonong” seperti orang main ski! Roda tidak berputar!
Nah, kalau rem digunakan saat mobil meluncur pada kecepatan 100 kpj dan roda langsung terkunci, sensor akan mengirimkan informasi ke komputer ABS. Karena kecepatan tersebut masih tinggi, komputer memerintahkan servo atau pompa untuk mengurangi tekanan minyak di sirkuit rem. 

Jenis-Jenis Sensor Roda pada Rem ABS


Speed sensor ABS yang dipasang di roda ada dua macam: pasif dan aktif. Pasif dibuat dari magnet permanen dengan gulungan kabel tembaga. Sensor ini dipasang dekat cincin reluktor ABS di sumbu roda. Ketika cincin berputar, giginya menghasilkan tegangan induktif kecil pada gulungan kabel. Sinyal tegangan ini dipantau oleh komputer dan digunakan sebagai informasi. Ciri khas sensor ini, hanya menggunakan dua kabel, satu untuk sinyal satu lagi untuk massa (ground). 


Aktif, bentuknya seperti sensor tipe Hall, sama dengan yang digunakan untuk tachometer., dilengkapi dengan penguat tegangan. Tegangan listriknya berkisar volt, kini juga ada yang 12 volt.

Sensor dipasang dekat cincin reluktor ABS magnet yang punya banyak kutup (utara-selatan). Ciri khasnya, menggunakan tiga kawat: satu untuk positif (arus), satu sinyal dan satu lagi untuk massa (ground).

Llihat video disini

reff :
otomotif.kompas.com/read/2013/04/04/7407

"E4U”, Telur Berjalan dari Hyundai



Di Pameran Mobil Seoul yang berakhir Minggu lalu, muncul konsep “Personal Mobility Vehicle” (PMV) yang cukup menarik dari Hyundai yang diberi nama “E4U”. Bentuknya seperti telur dengan tambahan dua kaki beroda di belakangnya. 


Ketika didemokan, mirip dengan i-Real – juga PMV - sering didemokan Toyota di setiap pameran mobil, termasuk di Indonesia. Kendati demikian, konsep geraknya berbeda meski sama-sama mengandalkan tenaga listrik. 

Tak kalah menarik, awalan E pada nama kendaraan ini merupakan representasi dari “egg”(telur) karena bentuknya, evolution dan ecology dan seterusnya.Kendaraan ini merupakan hasil rancangan Hyundai Advance Design Department. Keunikkannya, bisa bergerak ke segala arah namun motor listrik hanya berputar ke satu arah.

Setengah Bola
Inti utama kendaraan ini adalah bagian bawah yang berbentuk setengah bola yang kita sebutg saja roda. Ketika roda setengah bola ini berada pada posisi vertikal dengan bagian puncaknya menyentuh tanah, lantas berputar, dihasilkan gaya yang menyebabkan kendaraan berputar di tempat.