Pages

Jumat, 20 September 2013

"ECO-Manner" Mengemudi untuk Ibu-Ibu

Pada dasarnya, mengemudi ramah lingkungan (Eco-Manner)bisa dilakukan siapa saja, tidak membedakan gender. Ada beberapa point yang perlu ditegaskan, khususnya untuk pengemudi wanita.

”Dengan me-manage diri sendiri dalam mengemudi dan meningkatkan skill berkendara terciptalah ECO-Manner. Tujuannya, hemat bahan bakar, ramah lingkungan, hemat biaya perawatan, tidak membuat stres, dan nyaman bagi penumpang,”

Contohnya, pengendara selalu ingin sampai di tempat tepat waktu. Hasil survei menyatakan, stres timbul karena pengemudi ingin cepat sampai tujuan. Misalnya, ke tempat tujuan diperkirakan 15 menit sampai, tapi jangan berangkat mepet. Karena memicu untuk bejek gas, konsumsi bahan bakar jadi tidak efisien. Jadi, harus berangkat lebih awal.

Berikut tips dari Rifat Sungkar untuk pengemudi, khususnya perempuan:


Mobil Khusus Wanita untuk Mencegah Kejahatan


Pengemudi wanita kerap jadi sasaran kejahatan di jalan raya. Nah, untuk mencegahnya, bisa dibantu dengan memodifikasi mobil. Paling tidak, hal ini akan mempersulit gerak perampok. Modifikasi mobil untuk wanita tidak terlalu sulit. "Sebenarnya modifikasinya universal,"

1. Kaca film. Usahakan menggunakani kaca film anti-kapak merah atau kalau mau lebih aman lagi anti-peluru. Saat ini banyak ditawarkan beragam lapisan kaca dengan kemampuan tersebut. "Memang harganya lebih mahal, namun efektif untuk mencegah perampokan. Pastikan lapisan tersebut tidak terlalu tebal sehingga tidak merusak motor power window akibat beban terlalu berat,"

Renault-Nissan Terapkan "Common Module Family"

Renault memperkenalkan teknologi produksi modular "Common Module Family" bersama aliansinya Nissan Motor Company. Langkah ini menyelaraskan produksi antara kedua produsen untuk menekan biaya produksi dengan kendaraan serupa tetapi tidak sama.


Jean-Michel Billig, Executive vice president of Engineering and Quality Renult-Nissan mengatakan, teknologi ini memungkinkan kedua merek memangkas biaya rancang bangun dan proses produksi 30 sampai 40 persen. Juga, memanfaatkan 20-30 persen komponen yang sama sampai 2020.

Mencegah Pengemudi dan Penumpang Mobil Digencet Atap



Banyak produsen mobil kurang mempertimbangkan kekuatan atap. Padahal, kejadian mobil terguling cukup banyak. Karena itulah, Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) melakukan tes kekuatan atap selain tes tabrak.

Menurut Matt Brumbellow, Senior Research Engineer IIHS, kecelakaan mobil terguling sering terjadi dan menimbulkan banyak korban tewas. Benturan dan berat mobil bisa menyebabkan atap tergencet.

”Tugas saya dan tim mengembangkan tes tabrak senyata mungkin. Beberapa tahun lalu kami hanya melakukan simulasi kecelakaan terguling. Mobil yang aman akan melindungi muka, kepala, dan bahu pengemudi dari gencetan atap,” jelas Matt.

Ingin ”Empuk” Lagi? Ganti Oli Sokbreker!

Ternyata tak cuma mesin yang memerlukan ganti oli secara rutin. Sistem suspensi alias sokbreker pada sepeda motor juga butuh! Perawatannya harus cermat, karena inilah komponen penting untuk meredam guncangan yang menjalar sampai ke tubuh pengendara. Idealnya setiap pemakaian sekitar 20 ribu km olinya harus ganti, atau minimal servis untuk mendapatkan kembali performa semula.


”Seperti oli mesin, di dalam komponen akan menyimpan endapan yang membuatnya kotor dan tak melumasi dengan baik lagi. Yang paling parah, oli bisa jadi seperti lumpur, campur aduk dengan kotoran,” jelasnya kepada KompasOtomotif.

Rabu, 04 September 2013

ALA Menjaga Mobil Tidak ”Ngelantur” dari Jalur



Kecelakaan sering terjadi saat mobil pindah lajur secara mendadak, khususnya di jalan tol. Mobil yang menyusul dari belakang - dengan jarak sudah sangat dekat - harus banting setir untuk menghindari tabrakan, namun menyebabkan kecelakaan lain. Malah, bila kondisi tersebut terjadi di jalanan di luar kota dengan batas jalur berupa garis, akibat terburuk, tabrakan “adu kambing”. Untuk itulah, Audi, memperkenalkan teknologi baru disebut “Active Lane Assist” (ALA), yang juga dicoba Skoda.


Cara Kerja
Sistem bekerja pada kecepatan atas 65 kpj. Monitor utama adalah kamera yang dipasang di belakang kaca spion dalam. Tugasnya, mendeteksi marka jalan di depan mobil. Informasi dari kamera dan data kecepatan digunakan untuk menentukan mobil (ban) melintas (memotong) marka jalan atau tidak.

Lampu Dim Tak Menyilaukan dari Volvo



Kadang kesal terhadap sorotan tajam lampu jauh (dim) dari kendaraan arah berlawanan. Selain silau, juga bisa membahayakan. Volvo telah mengembangkan teknologi baru Active High Beam Control (AHBC), yakni lampu jauh yang tidak menyilaukan.


Produsen mobil Swedia itu akan mengenalkannya pada Geneva Motor Show yang digelar pada 7-17 Maret. Model Volvo yang mendapatkan teknologi ini S60 baru, V60, dan XC60. Dalam rilis resmi, Volvo mengklaim AHBC tak cuma memperhatikan kendaraan dari depan, tetapi juga membuat pengemudi lebih aman dalam keadaan gelap.

Menurut Prof. Lotta Jakobson, Senior Technical Specialist Safety Volvo Cars Safety Centre, mengemudi malam menyuguhkan situasi yang sangat menantang, dan butuh kejelian. "Konsentrasi kami adalah menghadirkan teknologi yang membuat visibilitas tetap terjaga, tanpa mengganggu pengadara lain," ujarnya.